Berita Klungkung

BPBD Gerak Jalan Dengan Capil, Terinspirasi Petani, Tonjolkan Kesederhanaan

BPBD Gerak Jalan Dengan Capil, Terinspirasi Petani, Tonjolkan Kesederhanaan

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
Eka Mita Suputra
Tim Reaksi Cepat BPBD saat mengikuti lomba gerak jalan di Klungkung, Senin (7/8/2023). 

SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Lomba gerak jalan putra yang diikuti siswa SMA/SMK dan intansi di Klungkung digelar, Senin (7/8/2023). Dari 58 regu yang mengikuti lomba gerak jalan ini, intansi BPBD Klungkung paling menarik perhatian penonton, mengapa?

Jalan Untung Surapati Semarapura ditutup sementara, Senin (7/8/2023) pagi. Warga sejak pagi sudah ramai di seputaran alun-alun Kota Semarapura, untuk menyaksikan Lomba gerak jalan putra yang diikuti siswa SMA/SMK dan intansi di Klungkung. 

Lomba tersebut diikuti oleh 58 regu, dari intansi dan siswa SMA/SMK di Klungkung. Masing-masing regu diisi oleh 17 orang peserta gerak jalan. Mereka memakai seragam, dan tampak sangat antusias mengikuti lomba yang digelar jelang Hari Kemerdekaan.

Dari semua peserta, salah satu yang menarik perhatian yakni penampilan dari regu BPBD Klungkung. Mereka tampak paling nyentrik, gerak jalan dengan menggunakan capil ala petani.

Capil itu bukannya pengadaan khusus untuk gerak jalan tersebut, namun bantuan dari BNPB yang biasanya digunakan juga oleh personel BPBD saat bertugas di lapangan.

"Kebetulan capil ini bantuan dari BNPB beberapa waktu lalu, kami berusaha memanfaatkan apa yang kami punya," jelas Kalak BPBD Klungkung, I Putu Widiada, Senin (7/8/2023).

Intinya dengan tampil menggunakan capil itu, personel BPBD Klungkung ingin tampil sederhana. 

"Kita ingin tunjukan kesederhanaan, ditengah kondisi masyarakat seperti saat ini. Kita tunjukan kita bermasyarakat," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, capil itu identik dengan petani Sementara kerja personel BPBD selama ini yang lebih banyak dilapangan, juga mengambil filosofi semangat dari seorang petani.

Baca juga: Dukung UMKM, Grab dan OVO Ciptakan 1 Juta Lowongan Kerja Baru


"Dalam setiap tugas kita ke lapangan, kita tiru konsep pak tani. Bekerja keras di lapangan, apapun hasilnya patut apresiasi. Laksanakan tugas dengan iklas. Dapat apresiasi kami syukuri, tidak diapresiasi pun, kami semangat karena sudah bisa membantu masyarakat," ungkapnya.

Peserta lomba gerak jalan ini menempuh jarak 17 kilometer.

Memulai start dari depan Puri Agung Klungkung menuju ke Catus Pata Semarapura, lalu ke Jalan Gajah Mada.

Sampai di pertigaan Camat Klungkung ke arah Jalan Ngurah Rai. 

Sesampai di perempatan Pegending menuju Pertigaan Utara RSUD Klungkung, lalu ke Barat ke Jembatan Sangkan Buana ke arah Desa Tihingan.

Sampai di Pertigaan Banjar Tihingan, ke arah Museum Gunarsa ke peremparan Takmung sampai ke pertigaan didepan SMAN 1 Semarapura.

Sampai ke trafict light ke arah Pasa Galiran ke tumur.

Sampai di Jalan Rama, kembali ke Jalan Diponegoro, hingga sampai ke Patung Catus Pata dan Finish kembali di Depan Puri Agung Klungkung. 

Kepala KESBANGPOLINMAS Klunhkung, Drs. I Dewa Ketut Sueta Negara menambahkan, adapun beberapa kriteria penilaian dalam lomba ini diantaranya, waktu ketepatan tempuh yanh dibatasi 170 menit, jumlah peserta 17 orang termasuk danton dengan barisan 2 (dua) berbanjar, menggunakan pakaian seragam 1 (satu) pleton, kecuali danton boleh pakaian sama atau berbeda. 

"ketepatan waktu, kekompakan, keseragaman dan keutuhan barisan jadi penilaian, " ujar Dewa Ketut Sueta Negara. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved