Putra Wayan Disel Meninggal

Layangan Iringi Prosesi Pemakaman, Wayan Disel Astawa: Jadi Permintaan Anak Saya

Putra laki-laki politikus partai Gerinda Bali Wayan Disel Astawa, Ketut Gede Kariana yang meninggal akibat kecelakaan telah beristirahat dengan tenang

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Muhammad Raka Bagus Wibisono Suherman
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Sebuah layangan hitam bergaris putih terbang selama proses pemakaman putra dari Wayan Disel Astawa. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Putra laki-laki politikus partai Gerinda Bali Wayan Disel Astawa yakni I Ketut Gede Kariana (13) yang meninggal akibat kecelakaan telah beristirahat dengan tenang di Setra Desa Adat Ungasan.

Selama prosesi pemakaman berlangsung satu layangan diterbangkan bahkan satu layangan dan perlengkapannya turut ikut di kubur.

Wayan Disel mengatakan bahwa itu semua dilakukan sesuai permintaan terakhir dari putra kesayangannya tersebut.

“Terkait layangan, marena kami di umat Hindu sebelum proses penguburan kita nunas baos kepada Sang Hyang Pinter. Jadi disitu kami minta apa yang menjadi suatu keinginan dari pada anak kita karena itu adalah permintaan terakhir. Dia (alm. Ketut Gede Kariana) minta segala peralatan pembuatan layangan yang dia beli dan dia sukai, karena dia suka layangan,” kata Wayan Disel saat ditemui usai pemakaman putra tercintanya pada Senin 14 Agustus 2023 di Setra Desa Adat Ungasan.

Baca juga: Anak Disel Astawa Meninggal Pasca Terlibat Lakalantas, Ini Penjelasan Polresta Denpasar

Baca juga: Putra Politikus Gerindra Wayan Disel Astawa Dimakamkan Hari Ini di Setra Ungasan

Ia menambahkan sebelum anaknya meninggal dunia akibat kecelakaan kemarin sebenarnya dia ingin menaikkan layangan.

Entah apa yang menyebabkan ditengah jalan dia berubah pikirannya tidak jadi menaikkan layangan dan ingin mandi di pantai.

“Terkait dengan layangan ini karena dia suka tadi, dia menyuruh membawakan selengkapnya daripada peralatan membuat layangan dan layangan. Karena permintaan anak saya itu sendiri,” ungkapnya.

Ayahanda Ketut Gede Kariana pun menceritakan bahwa anaknya ini telah mendaftar perlombaan layangan dan memilih lima jenis lomba layang-layang yang akan diikutinya.

Namun karena keadaan seperti ini sehingga tidak mungkin terjadi dia ikuti lomba tersebut.

Baca juga: Putra Politikus Gerindra Wayan Disel Astawa Dimakamkan Hari Ini di Setra Ungasan

Akhirnya kita belikan peralatan layangan dan satu layangan ikut di kubur bersama jenazah putranya.

Selain keluarga besar, handai taulan, kerabat Wayan Disel, teman dan sahabat sang putra, prajuru desa adat, masyarakat krama desa adat yang ada di 15 banjar Desa Adat Ungasan samia hadir untuk mengantarkan putra politisi Gerindra Bali ini ke peristirahatan terakhirnya.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua baik masyarkat Ungasan maupun yang lainnya yang turut berpartisipasi memberikan doa terhadap anak saya,” ucapnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved