Putra Wayan Disel Meninggal

Pemakaman Berjalan Lancar, Wayan Disel Astawa: Terima Kasih Telah Ikut Memberikan Doa

Anak laki-laki Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerindra, I Ketut Gede Kariana telah dimakamkan. Wayan Disel sebut pemakaman berjalan dengan lancar.

|
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Muhammad Raka Bagus Wibisono Suherman
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana prosesi pemakaman alm. I Ketut Gede Kariana (13) di Setra Desa Adat Ungasan.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Anak laki-laki Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) I Ketut Gede Kariana (13) yang mengalami kecelakaan kini telah dimakamkan.

Jenazah dimakamkan di Setra Desa Adat Ungasan.

Seluruh prosesi berlangsung sejak pagi hingga sore dan semua berjalan dengan lancar.

Sekira pukul 11.30 Wita jenazah mulai dibersihkan dan dimandikan di rumah kediaman yang berada di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.

Tepat pukul 14.30 Wita jenazah dibawa oleh mobil ambulans ke lokasi pemakaman tidak hanya keluarga yang mengantar, namun ratusan warga Desa Adat Ungasan dan teman-teman sekolah almarhum pun ikut mengantarnya ke peristirahatan terakhir putra tercinta Wayan Disel Astawa.

Baca juga: Putra Politikus Gerindra Wayan Disel Astawa Dimakamkan Hari Ini di Setra Ungasan

Baca juga: Ini Kronologi Laka Maut di Badung Bali yang Tewaskan Putra Politikus Gerindra Wayan Disel Astawa

“Prosesi upacara terkait putra saya yang bernama Ketut Gede Kariana sudah selesai dan di kubur di dalam tanah. Tadi upacaranya mulai dari upacara meoton, upacara metatah atau potong gigi,” ujar Wayan Disel saat ditemui usai pemakaman putra tercintanya pada Senin 14 Agustus 2023 di Setra Desa Adat Ungasan.

Ia menambahkan upacara potong gigi direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang saat melaksanakan upacara Pitra Yadnya namun musibah tidak ada yang tahu kapan akan terjadi.

“Kalau dia tidak meninggal seharusnya upacara metatah dilakukan pada bulan Oktober pada saat kita akan melaksanakan upacara Pitra Yadnya. Tapi karena keadaan seperti ini, kita akan tetap melaksanakan upacara pengabenan di bulan September,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan upacara ngulapin pada Minggu (16/9/2023) dan dilanjutkan dengan upacara ngaskara pada Senin (17/9/2023) mendatang.

Baca juga: Anak Disel Astawa Meninggal Pasca Terlibat Lakalantas, Ini Penjelasan Polresta Denpasar

Upacara puncak pengabenan akan dilaksanakan pada bulan September mendatang tanggal 19 September 2023.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat, kawan, teman saya, handai taulan saya yang telah ikut berpartisipasi dari awal kecelakaan sampai hari ini sudah dapat berjalan dengan baik. Lalu teman-teman DPRD Provinsi Bali sudah hadir semuanya, teman-temannya di SD Widiatmika dan teman-temannya di Taman Rama juga sudah datang dari awal pembersihan yang dimulai dari jam 12 tadi siang sampai tadi ini telah ikut juga memberikan doa,” tutur Wayan Disel.

Ia menambahkan apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, bila ada kesalahan dari pada anak saya di sekolah atau dimana pun mohon dimaafkan agar anak saya cepat mendapat tempat yang layak sesuai dengan pengabdiannya saat itu. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved