Jero Pasek Meninggal Dunia
Tetangga Sudah Lama Tak Lihat Jro Pasek, Sang Pawang Hujan Nyentrik Telah Berpulang
Bendesa Gelgel, I Putu Arimbawa mengatakan, Jro Pasek adalah warga Desa Kamasan, wilayah yang masuk Desa Adat Gelgel.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pawang hujan, Jro Pasek meninggal dunia, Senin (14/8). Pria bernama asli Made Sucipta itu dikabarkan sakit strok. Amoring Acintya untuk sosok nyentrik yang aksinya kerap viral di media sosial ini.
Bendesa Gelgel, I Putu Arimbawa mengatakan, Jro Pasek adalah warga Desa Kamasan, wilayah yang masuk Desa Adat Gelgel. "Iya benar beliau sudah meninggal," ungkap Arimbawa saat dikonfirmasi Tribun Bali.
Tetangga Jro Pasek pun membenarkan informasi ini. Namun kemungkinan jenazah Jro Pasek ada di Denpasar karena keluarganya tinggal di Denpasar. "Saya tetangga jro mangku (Jro Pasek). Sejak Tumpek Wayang katanya strok, saya juga baru dengar," ungkap Gusti Giri.
Ia mengatakan, saat masih sehat, biasanya Jro Pasek ada di rumahnya di Kamasan. Mobilnya akan parkir di depan rumah. Namun belakangan, Gusti Giri jarang melihat Jro Pasek. "Saya juga bertanya-tanya, akhir-akhir ini kenapa jro mangku jarang kelihatan. Tadi dapat kabar di facebook beliau sudah meninggal," ungkapnya.
Baca juga: Debit Sumber Air di Hutan Mengecil, Warga Pancardawa Jembrana Kekeringan Sejak 2 Pekan Lalu
Baca juga: Guru & Orangtua Teriak-teriak Beri Semangat, Merawat Permainan Tradisional Engklek dan Sepit-Sepitan

Jro Pasek ramai dibincangkan setelah aksinya menjadi pawang hujan dalam beberapa acara penting di Bali. Sebelum jadi tukang terang, ia adalah pekerja swasta di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ia bertugas membawa makanan ke maskapai. Pekerjaan itu dilakoninya sampai tahun 2008.
Namun Jro Pasek mengaku mendapat pawisik untuk berhenti bekerja, sampai akhirnya ia diminta pensiun dini dari maskapai tempatnya bekerja itu. Saat itulah ia memantapkan diri menjadi seorang pawang hujan.
Jro Pasek kerap menarik perhatian publik karena aksinya yang unik. Di keramaian ia menggambar telapak tangannya. Menyulut rokok kemudian seolah-olah rokok itu adalah pensil atau kuas gambar. Gambar yang ia imajinasikan di telapak tangannya lalu diarahkan ke langit.
Saat itu terjadi, ia terkesan sedang mengendalikan awan. Saat beraksi, ia juga kerap mengenakan kaus ikonik bertuliskan 'Rain Stopper Since 2001' dengan dua lambang Ongkara. Di belakang bajunya bertuliskan, Jro Pasek Pawang Hujan Ciwa-Budha.
Beberapa kali aksinya itu dianggap berhasil mencegah hujan saat acara-acara besar. Beberapa acara besar yang pernah ditangani Jro Pasek antara lain pelebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung pada 2021 lalu, pelebon permaisuri dari tokoh Puri Agung Klungkung pada tahun 2014. Kemudian banyak kegiatan-kegiatan kedinasan Polri dan TNI. (mit)
Dikenang Sebagai Sosok Humoris dan Ramah, Keluarga dan Rekan Iringi Pengabenan Jero Pasek di Bali |
![]() |
---|
Pengabenan Jero Pasek Diiringi Rekan-rekannya, Dikenal Sosok Humoris |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Pengabenan Jero Pasek Hari Ini Digelar di Krematorium Punduk Dawa Klungkung |
![]() |
---|
BREAKING NEWS! Jenazah Jro Pasek Dikremasi Hari Ini di Krematorium Punduk Dawa, Dipimpin Sang Nabe |
![]() |
---|
Pengabenan Jero Pasek Digelar di Krematorium Punduk Dawa Besok, Prosesi Dipimpin Sang Nabe |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.