Berita Karangasem
Satu perSatu Desa Ajukan Permintaan Air,Pengiriman Prioritas Daerah Pegunungan Kering di Karangasem
Banjar Munti Gunung Tengah dan Munti Gunung Induk, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem meminta bantuan air.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Banjar Munti Gunung Tengah dan Munti Gunung Induk, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem meminta bantuan air. Polsek Kubu pun mengirimkan air bersih, Selasa (22/). Warga sudah merasakan kekeringan sejak sepekan ini.
Kapolsek Kubu, AKP Ida Bagus Astawa mengatakan, sebanyak 10 ribu liter air bersih didistribusikan ke Desa Tianyar Barat. Air tersebut ditampung di cubang, bak besar yang digunakan sebagai tempat penampungan.
Ia mengatakan, dua banjar ini diberikan air karena sudah terjadi kekeringan. Stok air di bak penampungan mulai menipis. Mereka tinggal di wilayah pegunungan dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah. Mata pencaharian warganya sebagian besar sebagai petani dan peternak.
"Biasanya warga membeli air per tangki. Tapi karena jalan terjal, sehingga harga air jadi mahal. Untuk bantuan ini kami agendakan kembali. Kami akan kirimkan air ke Dessa Ban, Kecamatan Kubu," demikian kata dia.
Sedangkan di Dessa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, ada empat banjar yang meminta kiriman air. Banjar itu yakni Banjar Tukad Buah, Banjar Tinjalas, Banjar Bukit Catu, dan Banjar Tanah Barak.
Baca juga: Pihak Yayasan dan Keluarga Putu NS Berdamai, Donasi Tetap Diserahkan Atas Pengawasan Aparat Desa
Baca juga: Bupati Jembrana Wajibkan Pegawai Belanja di KiosRelokasi, Kejar Waktu Kosongkan, Pedagang Akui Lelah
Baca juga: Juniarta Pasrah Dibui 12Tahun, Aniaya Pacar Hamil Hingga Tewas, Selalu Menghindar Saat Diminta Nikah

"Empat banjar sudah kesulitan air. Kami akan mengajukan proposal biaya operasional pendistribusian air dan peminjaman truk tangki," kata Divisi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, Agus Dwi Hartono.
Namun ia belum bisa langsung mendistribusikan air bersih ke warga. Kata Hartono, kemungkinan pengiriman baru bisa dilakukan pada akhir bulan Agustus ini atau paling tidak pada awal bulan September depan.
"Kalau permintaan (air bersih) dari desa lainnya, dengan senang hati melayani sesuai kemampuan. Kami juga akan berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial untuk bergerak bersama melayani masyarakat yang membutuhkan. Mungkin akhir Agustus atau awal September pendistribusian air," kata dia.
Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, PMI Karangasem kesulitan mendistribusikan air lantaran medan tujuan pengiriman yang terjal dan curam. Sebagian besar daerah yang kesulitan air berada di ketinggian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan sudah memetakan daerah rawan kekeringan. Dari 78 desa dan kelurahan di Karangasem, 37 di antaranya masuk daerah rawan kekeringan. Desa tersebut tersebar di dataran tinggi dan tandus sehingga tak ada sumber air.
"Kami sudah koordinasi, mereka menyatakan siap, hanya saja tidak maksimal karena minimnya anggaran. Makanya kami prioritaskan ke desa yang mengusulkan bantuan air bersih. Air yang kami kirim akan ditampung di cubang umum," jelas dia.
Saat mengalami kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih, warga Karangasem terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Harga air per jeriken Rp 5.000 hingga 10 ribu. Sedangkan harga per tangki rata-rata Rp 300 sampai 400 ribu. (ful)
Mutasi di Pemkab Karangasem, Ipar Bupati Tak Masuk Hitungan, Berikut Daftar Pejabat yang Dilantik |
![]() |
---|
AKSI BRUTAL Putu Agus di Antiga Karangasem, Dianiaya Hingga Babak Belur, Korban Terus Ucap Maaf |
![]() |
---|
Mutasi Besar-besaran di Pemkab Karangasem, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik |
![]() |
---|
MUTASI Akbar Era Bupati Gus Par, 151 Pejabat Karangasem Rotasi, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik |
![]() |
---|
Tidak Terima Ditatap, Remaja di Karangasem Aniaya Anak Dibawah Umur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.