Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Nelayan Pantai Lebih Pilih Melaut Dini Hari, Ombak Pagi hingga Sore di Gianyar Mengganas

I Wayan Join Hermanto yang juga merupakan warga Desa Lebih membenarkan saat ini para nelayan Pantai Lebih, cenderung melaut saat dini hari.

Istimewa
Perahu nelayan di Kabupaten Gianyar, Bali saat berlayar untuk mencari ikan di laut. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak masyarakat mulai gemar menyantap olahan daging laut, nelayan di Kabupaten Gianyar, terutama di Desa Lebih semakin bergairah untuk mencari ikan di laut.

Namun, terkadang kondisi ombak tak bersahabat. Seperti beberapa bulan belakang ini.

Ombak pantai selatan dari pagi hingga sore hari cukup ganas.

Baca juga: Angin Kencang Siang Hari, Tangkapan Ikan Nelayan Tabanan Tersendat Hingga Minggu

Beruntung mereka masih diberi kesempatan oleh alam untuk melaut dini hari.

Hal tersebut pun dimanfaatkan oleh para nelayan setempat.


Koordinator Balawista Gianyar, I Wayan Join Hermanto yang juga merupakan warga Desa Lebih, Senin (28/8/2023) membenarkan saat ini para nelayan Pantai Lebih, cenderung melaut saat dini hari.

Baca juga: Rumah Bedeng Kayu Milik Nelayan di Denpasar Hangus Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta

Sebab, ombak mulai meninggi dari pukul 10.00 Wita hingga sore hari.

"Nelayan melaut dini hari, dari pukul 04.00 sampai pukul 08.00 Wita," ujar Join.


Namun, kata dia, nelayan tetap tidak bisa melaut secara bebas. Melainkan mereka hanya bisa berlayar dalam kisaran jarak 300 meter dari bibir pantai.

Baca juga: Nelayan di Nusa Penida Hilang Saat Melaut, Jukungnya Ditemukan Terdampar di Perairan Semaya

Hal itu karena gelombang tidak bisa diprediksi. Sebab, meskipun gelombang tinggi cenderung terjadi pukul 10.00 Wita.

Namun terkadang, gelombang tinggi tersebut datang lebih dini. Karena itu, supaya tak terjebak gelombang pasang, nelayan pun memilih melaut dengan jarak dekat.


"Saat ini gelombang tidak menentu, mungkin gejala elnino. Tetap kami imbau agar tidak melaut tidak lebih dari 300 meter dari bibir pantai," jelasnya.

Baca juga: Nelayan di Nusa Penida Hilang Saat Melaut, Jukungnya Ditemukan Terdampar di Perairan Semaya


Join mengungkapkan, karena jarak melaut cukup dekat dengan garis pantai, sehingga ikan yang didapat nelayan pun kebanyakan ikan kecil-kecil.

Seperti, ikan lemuru. Kondisi tersebut juga mengakibatkan pendapatan para nelayan relatif lebih rendah dari kondisi normal.

Namun Join memastikan, pendapatan tersebut tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari para nelayan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved