Bisnis

Pendapatan 114,01 Persen Dari Target! Belanja 2022 di Kemenkeu 97,81 Persen dari Pagu

Realisasi pendapatan negara terdiri atas penerimaan perpajakan Rp 2.034,54 triliun dan PNBP yang dikelola Kemenkeu Rp 46,31 triliun.

ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
PAPARAN - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (dua dari kanan) menyampaikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI tentang Pembahasan Laporan Keuangan Kementerian Keuangan dalam APBN Tahun Anggaran 2022 yang dipantau virtual di Jakarta, Rabu (30/8). 

TRIBUN-BALI.COM - Pendapatan negara pada tahun anggaran 2022 di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tercapai 114,01 persen dari target, sementara belanja Kemenkeu sebesar 97,81 persen dari pagu.

"Kita memperkuat APBN kita menjadi lebih baik, baik dari sisi perpajakan maupun PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI yang dipantau virtual di Jakarta, Rabu (30/8).

Realisasi pendapatan negara terdiri atas penerimaan perpajakan Rp 2.034,54 triliun dan PNBP yang dikelola Kemenkeu Rp 46,31 triliun. Penerimaan perpajakan 2022 mencapai 114,04 dari target, dan lebih tinggi dari realisasi penerimaan perpajakan pada 2021 yang senilai Rp 1.547,87 triliun.

Pencapaian melebihi target karena meningkatnya konsumsi masyarakat, tingginya harga komoditas, reformasi perpajakan, kebijakan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan upaya ekstra Kemenkeu dalam pencapaian target.

Penerimaan perpajakan berkontribusi 97,77 persen dari total pendapatan Kemenkeu. Pendapatan terbesar dari sektor perpajakan berasal dari Pajak Penghasilan Rp 998,2 triliun, PPN Rp 687,61 triliun dan Cukai Rp 226,88 triliun yang memberikan kontribusi masing-masing 47,97 persen, 33,04 persen dan 10,90 persen dari total pendapatan Kemenkeu.

Baca juga: Kadek Sunarna Hilang Saat Melaut Sejak Senin, Pos SAR Buleleng Lakukan Pencarian 

Baca juga: Pelaku Pemerkosaan Tak Layak Dapat Remisi, KPPAD Minta Kebiri Pelaku Kejahatan Seksual

Ilustrasi - Penerimaan perpajakan berkontribusi 97,77 persen dari total pendapatan Kemenkeu. Pendapatan terbesar dari sektor perpajakan berasal dari Pajak Penghasilan Rp 998,2 triliun, PPN Rp 687,61 triliun dan Cukai Rp 226,88 triliun yang memberikan kontribusi masing-masing 47,97 persen, 33,04 persen dan 10,90 persen dari total pendapatan Kemenkeu.
Ilustrasi - Penerimaan perpajakan berkontribusi 97,77 persen dari total pendapatan Kemenkeu. Pendapatan terbesar dari sektor perpajakan berasal dari Pajak Penghasilan Rp 998,2 triliun, PPN Rp 687,61 triliun dan Cukai Rp 226,88 triliun yang memberikan kontribusi masing-masing 47,97 persen, 33,04 persen dan 10,90 persen dari total pendapatan Kemenkeu. (kompas.com)

PNBP terbesar bersumber dari Pendapatan BLU terutama dari pendapatan pungutan ekspor kelapa sawit Rp 34,71 triliun atau 74,96 persen dari total PNBP Kemenkeu.

Sementara itu belanja Kemenkeu pada Tahun Anggaran 2022 dilaksanakan secara optimal sebesar Rp 75,90 triliun, yang terdiri dari belanja pegawai Rp 21,96 triliun, belanja barang Rp 51,57 triliun dan belanja modal Rp 2,37 triliun.

"Belanja Kementerian Keuangan dilakukan secara prudent dan hati-hati, meskipun tugas dan situasi yang dihadapi tidak mudah," ujarnya.

Realisasi belanja pegawai Rp 21,96 triliun atau 99,12 persen untuk membayar gaji dan tunjangan 80.286 pegawai dalam mendukung birokrasi yang profesional, berintegritas dan produktif.

Realisasi belanja barang mencapai Rp 51,57 triliun atau 97,54 persen untuk mendukung kegiatan yang bersifat strategis antara lain penyaluran beasiswa untuk 45 ribu awardee, penyaluran insentif biodiesel 6,97 juta kiloliter, dukungan Presidensi G20 sebesar Rp 140,4 miliar.

Sementara itu realisasi belanja modal sebesar Rp 2,37 triliun atau 92,08 persen, terutama digunakan untuk infrastruktur TIK, penyelesaian Core-Tax System, pengadaan collaborative tools, dan pengembangan SAKTI ( Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi). 

 

 

Catatkan Kinerja Keuangan Positif

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan kinerja keuangan 2022 yang menunjukkan tren positif ditandai dengan peningkatan surplus laporan operasional (LO), aset dan ekuitas, serta penurunan kewajiban dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kinerja keuangan kita terus positif. Kita lihat untuk laporan operasional pendapatan operasional kita adalah Rp 2.091,6 triliun sedangkan beban operasional kita adalah Rp 77,3 triliun sehingga surplus operasional kita mencapai Rp 2.014,7 triliun," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (30/8).

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI yang dipantau virtual itu, Menkeu menuturkan kinerja keuangan tetap positif di tengah goncangan dan perekonomian global yang sangat berat di mana pandemi Covid-19 belum mereda dan pecah perang Rusia dan Ukraina. Perang Rusia dan Ukraina menyebabkan inflasi tinggi dan memicu pengetatan moneter agresif.

Selain itu, pemulihan ekonomi Indonesia pada 2022 juga semakin kuat dan merata. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 didorong oleh permintaan domestik yang kuat dan kinerja ekspor yang baik.

Menkeu Sri Mulyani menuturkan surplus LO 2022 mengalami kenaikan 28,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy).

Surplus LO tersebut memberikan kontribusi terhadap kenaikan ekuitas sehingga menjadi sebesar Rp 231,7 triliun. Posisi ekuitas akhir menunjukkan kenaikan pada 2022 dari Rp 217,1 triliun pada 2021 menjadi Rp 231,7 triliun.

Sementara itu dari sisi neraca keuangan, aset lancar pada 2022 sebesar Rp 127,1 triliun, tidak berbeda jauh pada 2021 yang senilai Rp 127,5 triliun. Aset tetap dari Rp 113,2 triliun pada 2021 menjadi Rp 112,4 triliun pada 2022. Selanjutnya, piutang jangka panjang naik menjadi Rp 1,2 triliun dari posisi sebelumnya pada 2021 sebesar Rp 0,002 triliun. Sedangkan aset lainnya pada 2022 senilai Rp 1,3 triliun, lebih tinggi dibanding posisi sebelumnya Rp 0,9 triliun.

Dengan total aset pada 2022 senilai Rp 242 triliun dan kewajiban senilai Rp 10,3 triliun, maka ekuitas yang dikelola adalah Rp 231,7 triliun. "Total aset dan kewajiban di 2022 Rp 242 triliun, relatif sama dibandingkan tahun sebelumnya," tuturnya. (ant)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved