Berita Buleleng

Kadek Sunarna Hilang Saat Melaut Sejak Senin, Pos SAR Buleleng Lakukan Pencarian 

Pencarian dilakukan dengan melibatkan petugas gabungan dari Polairud Polres Buleleng dan TNI AL sejak pukul 06.00 Wita.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Pos SAR Buleleng saat melakukan pencarian terhadap Kadek Sunarna, Rabu (30/8/2023). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kadek Sunarna (45) hilang saat melaut sejak Senin (28/8). Pos SAR Buleleng pun melakukan pencarian terhadap pria asal Banjar Dinas Punduh Sangsit, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng itu pun. Namun di hari ketiga hasilnya masih nihil.

Kepala Pos SAR Buleleng Dudi Librana mengatakan, pencarian dilakukan menggunakan rubber boat sejauh 26 mil ke arah timur dari Pelabuhan Sangsit, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Pencarian dilakukan dengan melibatkan petugas gabungan dari Polairud Polres Buleleng dan TNI AL sejak pukul 06.00 Wita.

Selain melakukan penyisiran di sepanjang laut, petugas juga melakukan penyisiran hingga ke darat. Selain itu pencarian juga dilakukan dari pihak keluarga korban menggunakan lima unit perahu. Namun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Baca juga: Pelaku Pemerkosaan Tak Layak Dapat Remisi, KPPAD Minta Kebiri Pelaku Kejahatan Seksual

Baca juga: KPPAD Minta Polresta Denpasar Cepat Usut Kasus Pemerkosaan Dengan Terduga Pelaku WNA

Pos SAR Buleleng saat melakukan pencarian terhadap Kadek Sunarna, Rabu (30/8/2023).
Pos SAR Buleleng saat melakukan pencarian terhadap Kadek Sunarna, Rabu (30/8/2023). (Istimewa)

 

Dudi menyebut, pihaknya sempat menerima informasi bahwa ada salah satu nelayan yang mengaku sempat melihat jukung berwarna putih berisi tulisan 'Sumber Rejeki' yang diduga milik korban.

Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. "Kami sempat dapat informasi itu, ciri-ciri jukung yang dilihat ada kesamaan dengan milik korban. Namun belum bisa dipastikan mengingat jarak pandang yang terlalu jauh dan terbatas," katanya.

Pencarian sejak hari pertama hingga hari ketiga ini, kata Dudi, berjalan lancar dan didukung cuaca yang bagus baik dari kecepatan angin maupun gelombang laut.

Sesuai Undang-undang (UU) Nomor 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, proses pencarian akan dilakukan selama tujuh hari dan akan dievaluasi setiap harinya.

Sementara Ketua Kelompok Nelayan Segara Lukluk, Desa Bungkulan Ketut Sukrawan, menjelaskan korban berangkat melaut bersama sejumlah nelayan yang lain, dengan menggunakan jukung masing-masing. Korban kala itu mengenakan celana warna hitam serta jaket warna biru, dan tidak mengenakan jaket pengaman.

Hingga Senin sore korban rupanya tak kunjung kembali ke daratan. Sementara rekan-rekannya sudah kembali lebih awal akibat cuaca buruk di tengah laut. Sukrawan pun menduga korban hilang akibat dihantam ombak, sehingga membuat jukungnya terbalik. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved