Berita Jembrana

Wilayah Krisis Air Bersih di Jembrana Bertambah, Sekolah Bersurat, Desa Belum Melapor

Wilayah Krisis Air Bersih di Jembrana Bertambah *Sekolah Bersurat, Desa Belum Melapor

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Personel BPBD Jembrana saat mendistribusikan air bersih di bak penampungan SDN 1 Berangbang, Kecamatan Negara, Jembrana, beberapa hari lalu. 

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Jumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih dampak kekeringan di Jembrana bertambah. Total, ada tiga wilayah yang terdampak.

Terbaru, ada Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, Kecamatan Negara yang mengalaminya.

Namun begitu, distribusi air bersih belum bisa dilakukan mengingat pihak desa belum melaporkannya ke pihak terkait.

Menurut data yang diperoleh, sejak tiga pekan lalu, BPBD Jembrana bersama instansi terkait melakukan distribusi air bersih kepada warga di lingkungan Pancardawa dan Dewasana, Kelurahan Pendem.

Di dua wilayah ini, sedikitnya ada 350 KK yang terdampak. Ada sejumlah tandon air yang disediakan untuk menampung distribusi air bersih dari pemerintah, kepolisian dan juga perumda air minum. 

Sementara untuk Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, sudah mengalami krisis air bersih sejak sepekan yang lalu.

Wilayah ini juga sebelumnya termasuk pada wilayah dengan kategori berpotensi terdampak kekeringan ditambah kondisi El Nino.

Di lokasi ini, sedikitnya ada 276 yang berpotensi terdampak kekeringan.

"Setelah nanti ada laporan (kekeringan) dari desa, kami langsung asesmen selanjutnya ditindaklanjuti," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Minggu 3 September 2023. 

Dia melanjutkan, meskipun belum ada laporan dari pihak desa, namun pihak sekolah yang terdampak kekeringan yakni SDN 1 Berangbang sudah melaporkannya.

Sehingga, BPBD Jembrana sebelumnya telah melakukan assessmen dan kemudian menyuplai air bersih ke tempat penampungan air setempat.

Pihaknya juga sudah meminta timnya untuk turun ke wilayah tersebut mengecek kondisinya seperti apa.

Termasuk juga mendata berapa warga yang mengalami krisis air bersih dan lokasinya dimana saja.

Baca juga: Babaqar Night Di Henrys Grill and Bar Aryaduta Kuta Bali


"Yang sudah kita bantu air bersih di SDN 1 Berangbang. Kemarin Kaseknya sudah bersurat dan kami langsung suplai air bersih. Sudah dua kali kita lakukan distribusi air di sana, total sudah 10 ribu liter," kata pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris BPBD Jembrana.

Menurutnya, di salah satu wilayah Desa Berangbang tersebut memang sudah mengalami krisis air bersih. Terutama di wilayah SDN 1 Berangbang tersebut.

Ia menyatakan, kemungkinan selama ini warga setempat memanfaatkan atau mengambil air bersih di tempat penampungan air yang tersedia di sekolah tersebut.

"Mungkin juga warga sekitar minta air di sana (sekolah). Karena di sana sudah ada bak penampungan air yang cukup besar," ungkapnya.

"Tapi kami harap pihak desa bisa segera melapor, agar segera kita assesmen dan tindaklanjuti," harapnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved