Bisnis

Rupiah Menguat 2 Persen! Bank Indonesia Sebut Ekonomi Kini Bertumpu Pada Negara Berkembang

Bank Indonesia (BI) menyiratkan, pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini akan bertumpu pada pertumbuhan ekonomi negara berkembang.

Kontan/Muradi
PENJELASAN - Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti memberi penjelasan, baru-baru ini. BI menyebutkan, negara berkembang yang akan mendorong perekonomian global. 

"Mereka hanya pakai dari sisi moneter. Dan nampaknya suku bunga tinggi akan ada lebih lama dari perkiraan. Ini akan mengganggu perekonomian," tegas Destry.

Sedangkan untuk tahun depan, tampaknya Destry tak terlalu optimistis terkait perkiraan pertumbuhan ekonomi negara maju. "Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi negara maju akan flat (datar)," tandasnya. (kontan)

 

Rupiah Berhasil Menguat 2%

Bank Indonesia (BI) menyebut, nilai tukar rupiah terpantau masih menguat di tengah ketidakpastian global. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan, secara tahun berjalan atau year to date (YtD), nilai tukar rupiah menguat sekitar 2%.

"Sejauh ini kami melihat rupiah secara YtD masih mengalami apresiasi sekitar 2% bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2022," terang Destry di hadapan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Selasa (5/9).

Dia menambahkan, penguatan nilai tukar rupiah di saat ketidakpastian yang tinggi tak lepas dari upaya stabilisasi yang dilakukan oleh BI. Selain turut menjaga pertumbuhan ekonomi, BI juga telah menelurkan berbagai kebijakan yang mendorong stabilisasi nilai tukar rupiah.

Seperti, triple intervention atau intervensi di pasar spot, DNDF, dan SBN sekunder, juga operasi twist, serta upaya membawa devisa hasil ekspor (DHE) untuk lebih lama berada di dalam negeri.

Hanya memang, Destry tak menampik saat ini dolar Amerika Serikat (AS) sedang perkasa, bahkan bila dibandingkan dengan mata uang utama lainnya. Sehingga ini pun akan membawa tantangan tersendiri bagi pergerakan nilai tukar rupiah, juga terkait prospek perekonomian dalam negeri. (kontan)

 

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved