Berita Karangasem
Omzet Penjualan Air Keliling Meningkat Memasuki Musim Kemarau
Penjualan air bersih keliling meningkat memasuki kemarau di Karangasem.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
AMLAPURA, TRIBUN-BALI. COM - Penjualan air bersih keliling meningkat memasuki kemarau di Karangasem. Terutama pedesaan yang berada diatas ketinggian, dan kesulitan mendapatkan air.
Seperti Kecamatan Kubu di bagian atas, Kecamatan Bebandem bagian atas, serta beberapa Desa Kecamatan Rendang dan Abang.
Kadek Aris, penjual air bersih keliling, mengungkapkan, omzet penjualan air bersih memang naik.
Perharinya mampu mendistribusikan air bersih ke pelanggan 7 kali.
Memakai truk yang diisi tandon sebanyak 4 unit.
Setiap tandon isi air bersih bersih 700 liter. Artinya sekali pendistribusian, air terjual sekitar 2.800 liter.
"Peningkatan air meningkat sejak memasuki musim kemarau. Perhari bisa mendistribusikan air 7 kali dalam sehari,"kata Kadek Aris saat ditemui di Banjar Palak, Besakih, Kecamatan Rendang.
Pria asal Karangasem mengaku menjual air bersih 170 ribu per truk. Artinya dalam sehari penjual dapat penghasilan hampir 1.2 juta.
Penjualan air bersih disekitar Kecamatan Rendang.Seperti di Batang, Desa Besakih.
"Paling banyak dari Br. Batang. Jumlah pelanggan 50 disekitar Besakih,"tambah Dek Aris, sapaan akrabnya.
"Setiap hari ada saja pelanggan yang memesan air bersih sejak beberapa minggu terakhir. Kalau sebelumnya jarang. Perbulannya belum pasti ada yang pesan. Kemungkinan karena pasokan air hujan sudh habis di penampungan,"akui.
Ditambahkan, pelanggan yang beli air bersih rata - rata tak sambung aliran PDAM. Sedangkan sumber airnya jauh.
Seandainya mandi, dan cuci warga harus jalan beberapa kilometer.
"Air yang di beli biasanya disimpan di tempat penampungan air (cubang). Satu truk dipakai untuk 2 mingguan, kadang lebih,"tambah Kadek Aris.
Baca juga: Bawaslu Bali Gandeng Media Massa, Kuatkan Fungsi Pengawasan di Pemilu 2024 Mendatang
I Ketut Suarta, warga Br. Palak, Desa Besakih, yang membeli air, mengungkapkan, masyarakat yang tidak menyambung air PDAM terpaksa membeli air setiap minggunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Warga-Banjar-Palak-Desa-Besakih-Kec-Rendang-membeli-air-bersih.jpg)