Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Omzet Penjualan Air Keliling Meningkat Memasuki Musim Kemarau

Penjualan air bersih keliling meningkat memasuki  kemarau di Karangasem.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
Saiful Rohim
Warga Banjar Palak, Desa Besakih, Kec. Rendang membeli air bersih untuk kebutuhan setiap harinya, Minggu (3/9/2023). 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI. COM -  Penjualan air bersih keliling meningkat memasuki  kemarau di Karangasem. Terutama pedesaan yang berada diatas ketinggian, dan kesulitan mendapatkan air.

Seperti Kecamatan  Kubu di bagian atas, Kecamatan Bebandem bagian atas, serta beberapa  Desa Kecamatan Rendang  dan Abang.

Kadek Aris, penjual air bersih keliling, mengungkapkan, omzet  penjualan air bersih memang naik.

Perharinya mampu mendistribusikan  air bersih  ke  pelanggan 7 kali.

Memakai truk yang diisi tandon sebanyak  4 unit.

Setiap tandon isi  air bersih bersih 700  liter. Artinya sekali pendistribusian, air terjual  sekitar 2.800 liter.

"Peningkatan air meningkat sejak memasuki musim kemarau. Perhari bisa mendistribusikan air 7 kali dalam sehari,"kata Kadek Aris saat ditemui di Banjar Palak, Besakih, Kecamatan Rendang.

Pria asal  Karangasem  mengaku menjual air bersih 170 ribu per truk. Artinya dalam  sehari penjual dapat penghasilan hampir 1.2 juta.

Penjualan air bersih disekitar Kecamatan Rendang.Seperti di Batang, Desa Besakih.

"Paling banyak dari Br. Batang. Jumlah pelanggan 50 disekitar Besakih,"tambah  Dek Aris, sapaan  akrabnya.

"Setiap hari ada saja pelanggan yang memesan air  bersih sejak beberapa  minggu terakhir. Kalau sebelumnya jarang. Perbulannya belum pasti ada yang pesan. Kemungkinan karena pasokan air hujan sudh habis di penampungan,"akui.

Ditambahkan, pelanggan yang beli air  bersih rata - rata tak sambung aliran PDAM. Sedangkan sumber airnya jauh.

Seandainya  mandi, dan cuci  warga harus  jalan  beberapa kilometer.

"Air yang di beli biasanya disimpan di tempat penampungan air (cubang). Satu truk dipakai untuk 2 mingguan, kadang lebih,"tambah Kadek Aris.

Baca juga: Bawaslu Bali Gandeng Media Massa, Kuatkan Fungsi Pengawasan di Pemilu 2024 Mendatang


I Ketut Suarta, warga Br. Palak, Desa Besakih, yang membeli air, mengungkapkan, masyarakat yang tidak menyambung air PDAM terpaksa membeli air setiap minggunya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved