Berita Tabanan
Panen September di Tabanan Diperkirakan 5.088 Ton September 2023 Ini, Simak Beritanya!
Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia mengatakan, bahwa untuk estimasi produksi panen pada September 2023 ini di Tabanan, akan mencapai 5.088
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia mengatakan, bahwa untuk estimasi produksi panen pada September 2023 ini di Tabanan, akan mencapai 5.088 ton. Itu dihasilkan dari luas panen sebesar 1.568 hektar.
“Ada tujuh dari 10 Kecamatan yang estimasinya sekitar 5.088 ton dari 1.568 hektare luasan lahan sawah di Tabanan,” ucapnya Kamis 14 September 2023.
Ia merinci, tujuh dari sepuluh kecamatan yang akan panen yakni di Selemadeg Barat sebesar 105 hektar, Selemadeg 29 hektar, Selemadeg Timur 16 hektar, Kerambitan 149 hektar. Kemudian, Kecamatan Tabanan 172 hektar, Kediri 956 hektar, dan Marga 141 hektar.
“Meski ada dampak kekeringan sepertinya tidak akan mempengaruhi,” ungkapnya.
Subagia menegaskan, alasan tidak ada perubahan itu dikarenakan penghitungan hasil ubinan panen. Yang dilakukan untuk mengetahui produktivitas hasil panen, oleh para petugas penyuluh lapangan.
Nah, pada saat panen di musim kemarau ini didapati tidak ada sentra produksi padi yang sampai anjlok produktivitasnya.
“Sampai sejauh ini masih on progres atau masih sesuai kondisi yang diharapkan. Saya belum melihat ada produktivitas hasil panen petani yang anjlok," jelasnya.
Baca juga: Pengaruh El Nino, Progam Bima Juara Klungkung Pertahankan Harga Beras Lokal di Bawah Harga Pasar
Baca juga: Tergiur Upah Rp750 Ribu, Nekat Edarkan Sabu Panji Dituntut Bui 8 Tahun
Menurut Subagia, alasan lainnya ialah pada musim tanam lalu kebutuhan petani akan pengairan untuk sawah masih terpenuhi.
Bahkan, kebutuhan akan pupuk bersubsidi yang juga terpenuhi semua. Ditambah lagi dengan tidak adanya serangan hama yang signifikan mempengaruhi produksi pertanian saat ini.
“Apalagi produktivitas hasil pertanian padi di Tabanan rata-rata cukup tinggi mencapai 6 ton per hektar.
Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan musim panen sebelumnya, di mana produktivitas padi yang dihasilkan hanya berkisar 5,7 ton per hektar.
Dan ada juga yang produktivitas mencapai 7 -8 ton per hektar. Namun itu hanya spot-spot kecil saja," bebernya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/s-bvsdc-ndf-vnderft-nmegm-ntfgs.jpg)