Berita Jembrana

Penyu Lekang Ditemukan Terdampar dan Mati, Kondisinya Mulai Membusuk

Seekor penyu jenis lekang ditemukan terdampar dan dalam kondisi mati di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana,

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Satwa dilindungi yakni Penyu jenis Lekang saat dilakukan penguburan di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Minggu 17 September 2023. 

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Seekor penyu jenis lekang ditemukan terdampar dan dalam kondisi mati di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Minggu 17 September 2023.

Penyu yang diprediksi sudah berusia 15 tahun ini tak bisa teridentifikasi.

Namun tak ditemukan tanda-tanda kekerasan seperti luka atau lainnya. Satwa dilindungi ini telah dikubur karena kondisinya diketahui sudah membusuk. 

Untuk diketahui, penyu merupakan salah satu hewan laut yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Penyu memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut, sehingga sangat penting untuk menjaga penyu.

Dan ditegakan agar masyarakat stop melakukan perburuan penyu untuk dikonsumsi.

"Ditemukan pagi tadi oleh nelayan. Karena kondisinya sudah mati dan mulai membusuk, kita sudah lakukan penguburan," kata Koordinator Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih, I Wayan Anom Astika Jaya, Minggu 17 September 2023. 

Dia melanjutkan, setelah prosess penguburan, pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan instansi terkait seperti dengan BKSDA Jembrana. 

Kemudian, dari hasil identifikasi awal, penyu lekang ini memiliki lebar 62 centimeter dengan panjang 64 centimeter.

Satwa tersebut diprediksi belum usia produktif karena diperkirakan baru berusia sekitar 15 tahunan. 

Disinggung mengenai kondisi saat ditemukan dan penyebab kematiannya, Anom Astika tak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca juga: 13 Tahun Stagnan, Kini Perumda TAB Sesuaikan Tarif

Terpenting, penyu lekang tersebut ditemukan dalam kondisi mulus atau tidak ditemukan luka maupun belas jeratan jaring atau benda lainnya. 

"Karena tak teridentifikasi, belum diketahui penyebabnya. Nekropsi sepertinya tidak bisa dilakukan karena kondisinya tak memungkinkan lagi," jelasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved