Berita Tabanan

Dibawah Pengaruh Miras, Dua Pelaku Bacok Sekujur Tubuh Korban di Tabanan

Dibawah Pengaruh Miras, Dua Pelaku Bacok Sekujur Tubuh Korban di Tabanan

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
Gerd Altmann dari Pixabay
Ilustrasi - Mabuk Alkohol Alias Punyah, Dua Kecelakaan Terjadi di Denpasar dalam Semalam, Bibir dan Dahi Robek 

Dipicu Miras, Penganiayan Terjadi Karena Dua Tersangka Akan Ditebas Didik

 


TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Minuman keras (miras) menjadi biang kerok terjadi penganiayaan antara dua tersangka Gedion Lendu alias Dion 27 tahun asal Sumba Barat Daya NTT dan tersangka Andreas Bengo Ole alias Andika, 33 tahun asal Sumba Barat Daya NTT.

Keduanya terlibat perselisihan dengan Didik Haryono, 28 tahun, asal Sampang Madura Jawa Timur, yang terkena luka tebas di sekujur tubuh.

Hingga akhirnya, kini Didik masih dalam perawatan di RSUP Prof IGNG Ngoerah (RSUP Sanglah).

Baca juga: PROFIL Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya: Bergelar Doktor, Pernah Raih Penghargaan Satyalancana

Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Arung Wiratama mengatakan, pada dasarnya kasus ini terjadi karena kesalahpahaman sehingga terjadi perselisihan.

Awalnya, adalah pesta miras yang dilakukan oleh dua kelompok.

Namun, polisi belum bisa memastikan apakah korban dan tersangka berbeda atau dalam satu kelompok.

Dari pesta miras itu, sambungnya, kemudian ada sedikit tindakan dari salah satu orang yang membuat kelompok lain tersinggung.

Kemudian, terjadi tatap menatap dan saling jual beli gertakan.

Baca juga: Rencana Revitalisasi Pasar Tabanan 2025, Pedagang Akan Direlokasi

“Awalnya pesta miras. Terus ada saling tatap dan saling sahut menyahut. Kata-katanya itu ‘Apa lihat-lihat saya’. Kemudian, disahut lagi oleh kelompok yang satunya, ‘memangnya salah lihat-lihat’. Akhirnya terjadi keributan,” ucapnya Selasa 19 September 2023.

Dan kemudian, lanjut Arung, dan dari dua kelompok itu, salah satu pihak meminta berbaikan dan akhirnya yang sempat tersinggung itu sempat berbaikan dan kembali minum bersama.

Sayangnya, kemudian terjadi aksi dorong-dorongan dan ribut kembali hingga berpindah di tkp kasus pembacokan itu.

Dan saat itu, korban tiba-tiba membawa sebilah celurit, kemudian hendak menebas dua tersangka dan satu DPO tersebut.

“Yang memegang celurit adalah korban. Kemudian, korban ada sedikit melakukan tindakan mengancam. Akhirnya sempat ditahan oleh dua tersangka. Satu tersangka menahan korban dan satu lainnya mengambil celuritnya korban. Dan terjadilah pembacokan itu,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved