Advetorial

Dewan Bangli Harapkan PDAM Perluas Jaringan di Kintamani Bali

Pihak Dewan Bangli meminta pada PDAM, agar memperluas jaringan pelayanan air bersih, khususnya di wilayah Kecamatan Kintamani.

Muhammad Fredey Mercury/Tribun Bali
Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Masalah kesulitan air yang terjadi di SMPN 6 Kintamani, mendapat tanggapan dari Dewan Bangli.

Pihak Dewan Bangli meminta pada PDAM, agar memperluas jaringan pelayanan air bersih, khususnya di wilayah Kecamatan Kintamani.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, Rabu (20/9/2023). Kata dia, air merupakan kebutuhan pokok manusia.

Mengacu pada persoalan kesulitan air yang terjadi di SMPN 6 Kintamani, ia mengaku kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Desa Bayunggede, namun juga wilayah Kintamani lainnya.

"Persoalan air tidak saja di sekolah itu, di masayarakat wilayah Desa Batur juga belum merata dapat layanan air bersih oleh PDAM," ungkapnya.

Baca juga: Masih Ada Sekolah Tak Terlayani PDAM, SMPN 6 Kintamani Habiskan Rp 2,7 Juta Beli Air Sebulan

Baca juga: CATAT! Meski Koster Sudah Tidak Jadi Gubernur Bali, Larangan Naik Gunung Masih Berlaku! 

KRISIS AIR - Disdikpora Bangli saat turun ke SMPN 6 Kintamani menindaklanjuti masalah kekurangan air di sekolah tersebut.
KRISIS AIR - Disdikpora Bangli saat turun ke SMPN 6 Kintamani menindaklanjuti masalah kekurangan air di sekolah tersebut. (Istimewa)

 

Carles juga mengungkapkan pihaknya banyak menerima keluhan persoalan air bersih. Salah satunya adalah pesoalan denda ke masyarakat yang cukup tinggi, sementara dari segi layanan belum dilakukan secara maskimal.

Padahal menurutnya wilayah Kintamani Barat memiliki banyak sumber air, yang bisa dimanfaatkan oleh PDAM. Sehingga layanan PDAM kepada pelanggan di Kintamani bisa lebih optimal.

"Misalnya di Desa Catur, masih ada sumber air yang bisa diangkat. Begitu pun di Desa Lembean juga ada. Kalau ini dimanfaatkan, maka pelayanan air di Kintamani bisa optimal. Tidak ada lagi masyarakat di Kintamani yang dapat giliran air 3 sampai 4 hari," ucapnya.

Politisi Partai Demokrat asal Desa Batur ini mengaku, pihaknya akan segera melakukan rapat kerja dengan pihak PDAM Bangli, untuk membedah persoalan ini.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Bangli I Nyoman Basma.

Terkait persoalan air di Kintamani, perlu upaya dari instansi terkait dalam hal ini PDAM Bangli, untuk melakukan kajian. Sehingga pelayanan air bersih bisa dirasakan masyarakat secara menyeluruh.

Terlebih menanggapi masalah yang terjadi di SMPN 6 Kintamani.

Menurutnya Dana BOS yang semestinya bisa menunjang pendidikan, akhirnya dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan air bersih.

"Kesulitan air bersih memang menjadi persoalan yang masih dialami masyarakat, khususnya di Kintamani. Kami minta PDAM bisa segera lakukan kajian untuk perluas jaringan," ucapnya. (adv/mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved