Berita Gianyar

Musim Kemarau Sebabkan 28 Kebakaran di Gianyar

Musim kemarau masih berlangsung di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis 28 September 2023.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kebakaran di Kabupaten Gianyar beberapa hari lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Musim kemarau masih berlangsung di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis 28 September 2023.

Musim kemarau yang sudah berlangsung sejak Agustus 2023 sudah menimbulkan 28 kali peristiwa kebakaran


Kepala Bidang Kebakaran, Dinas Satpol PP dan Damkar Gianyar, I Putu Pradana mengatakan, kebakaran hampir terjadi di setiap kecamatan di Kabupaten Gianyar.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Hutan Lindung Belongan Bekul di Bangli, Titik Api Pertama Muncul di Karangasem

Kata dia, sebagian besar kebakaran terjadi pada hamparan rumput ilalang, dan beberapa kebakaran terjadi pada rumah dan akomodasi pariwisata seperti vila. 


"Untuk data kebakaran bulan Agustus sebanyak 14 kali, dan pada bulan September, tepatnya per tanggal 27, terjadi 14 kali peristiwa kebakaran yang dilaporkan pada kami."

"Rata-rata kebakaran rumput ilalang dan beberapa kebakaran rumah dan vila," ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Karangasem Ada Dua Titik : Pelinggih dan Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar


Kepada Dinas Damkar Gianyar, I Made Watha mengimbau masyarakat di tengah musim kemarau, agar berhati-hati saat menggunakan api, baik itu api dari puntung rokok maupun api pembakaran sampah.


"Kalau merokok, puntungnya jangan dibuang sembarangan, apalagi ke semak-semak. Sebab saat ini tanaman sedang kering, sehingga sangat mudah tersulut api," ujarnya.

Baca juga: Kebakaran di RS Murni Teguh Bali Diduga Karena Korsleting Listrik, Tidak Menganggu Operasional


Berdasarkan catatan Tribun Bali, puntung rokok yang masih menyela, bisa diterbangkan oleh burung, lalu jatuh di atas atap, terutama atap pelinggih yang rata-rata terbuat dari ijok.

Di mana sifat ijok seperti bensin, terkenal api sedikit ia akan langsung membesar. Kebakaran akibat puntung rokok diterbangkan burung ini pun kerap terjadi pada peristiwa di tahun-tahun sebelumnya.


Terkait pembakaran sampah, Watha mengatakan hal tersebut tidak dibenarkan.

Baca juga: BREAKING NEWS! Kebakaran di RS Murni Teguh, Badung, Asap Mengepul dari Ruangan di Lantai 3 RS

Sebab, selain rawan menjadi penyebab kebakaran, asap pembakaran juga mengganggu ketertiban umum.

Iapun meminta agar sampah, jika sampah plastik, karet dan sejenisnya, supaya dipilah dan dibuang ke TPS3R yang saat ini ada di setiap desa. 


Sementara sampah organik, diharapkan agar ditimbun.

Baca juga: KEBAKARAN Pantai Lepang Klungkung Hingga 1 Ha Lahan Terdampak, Tamu Hotel Panik Lihat Asap Pekat

"Jangan membakar sampah, karena selain rawan jadi penyebab kebakaran besar, juga asapnya tidak sehat. Marilah kita bijak terhadap penanganan sampah," tandasnya.


Watha tak menampik, beberapa peristiwa kebakaran juga disebabkan oleh api dupa.

Karena itu, ia meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menaruh dupa, baik saat menghaturkan sesajen maupun saat bersembahyang.

"Kita harus lebih peka pada potensi penyebab kebakaran," ujarnya. (*)
 
 
 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved