Music Zone
VIRAL Kisah di Balik Lagu Tragedi Kamar Mandi, DJ Mahesa: Jangan Fokus Lirik Pornonya Saja
Proses pembuatannya hanya satu hari. Ia terinsipirasi dari berita di sebuah media yang mengabarkan kasus perselingkuhan di kamar mandi.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Tragedi Kamar Mandi ciptaan Made Sukayasa alis DJ Mahesa sedang viral di media sosial. Lagu itu banyak digunakan oleh warganet hingga artis ibu kota. Seperti apa proses pembuatan lagu ini?
Lagu Tragedi Kamar Mandi ternyata sudah dibuat sejak 2013 lalu. Proses pembuatannya hanya satu hari. Ia terinsipirasi dari berita di sebuah media yang mengabarkan kasus perselingkuhan di kamar mandi.
"Lagu itu saya buat hanya satu hari. Kebetulan saat itu moodnya lagi bagus. Alat yang saya gunakan untuk membuat musiknya digital semua," demikian kata pria asal Desa Penglatan, Buleleng ini, Kamis (28/9).
DJ Mahesa mengaku tidak pernah berekspektasi lagu tersebut akan trending seperti saat ini. Sejak 2005, ia tercatat telah membuat ratusan lagu bertemakan sosial. Selain Tragedi Kamar Mandi, ada lagu Cang Nak Buleleng, Buleleng Seraye, Sopir Truk dan Bungut Knalpot Brong.
Lagu-lagu itu dibuat hanya untuk konsumsi pribadi dan tidak pernah diedarkan. Membuat lagu dengan musik DJ, ia pelajari secara otodidak melalui Youtube. Beberapa tahun lalu komputer yang digunakan untuk menyimpan lagu ciptaannya kemudian rusak.
Baca juga: Truk Pasir Balapan di Sirkuit Landih Bangli Bali
Baca juga: 2 Tersangka Tragedi Lift Maut Ayuterra Resort Ubud Diperiksa! Polres Gianyar Pertimbangkan Penahanan
Baca juga: Ihwal Upaya Damai, Kuasa Hukum Jero Dasaran Alit: Apa yang Didamaikan? Klien Saya Tidak Salah!
Komputer tersebut ia servis di sebuah tempat. Saat diservis itu, dia menduga data di komputernya dicuri oleh orang hingga lagu-lagu ciptaannya akhirnya beredar luas. Dj Mahesa tidak menampik ada beberapa lagu yang dibuat berbau porno.
Ia sempat mendapat hujatan dari masyarakat. Bahkan sempat diancam akan dilaporkan oleh seorang artis Bali karena dianggap sebagai perusak generasi. Kata Mahesa, jika didengar dari lirik pertama hingga akhir, ada pesan nasihat yang selalu dia sematkan.
"Orang-orang hanya mendengar bagian lirik yang berbau porno, otaknya sudah traveling kemana-mana. Padahal kalau didengar dengan baik, ada pesan nasihat. Saya sih sabar saja menerima hujatan-hujatan seperti itu karena saya akui kebanyakan lagu-lagu saya kontroversi," jelasnya.
Lagu Tragedi Kamar Mandi, kata DJ Mahesa, viral sekitar empat bulan lalu. Ia mengaku tidak tahu lagunya tersebut bisa viral bahkan kerap digunakan oleh artis ibu kota seperti Nagita Slavina, Raffi Ahmad, Bunda Corla, hingga Fujianti Utami.
"Saya tidak tahu momen viralnya itu seperti apa, karena dulu saya tidak bermain sosmed. Saya baru bikin akun TikTok dan Instagram setelah lagu Tragedi Kamar Mandi itu viral untuk memperlihatkan wajah asli saya," jelasnya.
Atas viralnya lagu tersebut, DJ Mahesa kini kebanjiran tawaran manggung di Bali, Lombok, Jakarta, Banyuwangi, Depok hingga Kalimantan. Jadwalnya padat hingga Desember 2023. Ia tidak hanya mendapat tawaran pentas di festival-festival musik, namun juga acara ulang tahun, pernikahan, hingga tiga bulanan.
"Sebelum lagu Tragedi Kamar Mandi ini viral, saya sering manggung sebulan tiga kali. Setelah viral, sehari itu bisa dua kali manggung di tempat berbeda. Sekarang juga sering manggung di kelab-kelab," katanya.
Rilis Lagu Baru
Dalam waktu dekat, DJ Mahesa akan merilis lagu baru. Temanya seputar perselingkuhan yang dialami oleh anak perantauan yang bekerja di kapal pesiar. Sebagai putra Buleleng, ia akan menggunakan logat tanah kelahirannya dalam lagu baru tersebut.
"Lagu baru ini tentang pengkhianatan, karena realitanya banyak yang seperti itu. Masih tetap tentang yang nakal-nakal, tapi diperhalus lagi. Tetap pakai logat Buleleng karena saya orang Buleleng dan bangga dengan bahasa Buleleng," ujarnya.
Meski saat ini terkenal, Mahesa enggan disebut sebagai artis. Ia menyebut diri sebagai pelaku seni. Bahkan gelar DJ itu ia sematkan sendiri karena kecintaannya pada musik-musik remix. Hasil pekerjaannya terdahulu sebagai buruh bangunan, penjual kelontongan hingga membuka bisnis distro ia kumpulkan untuk membeli alat-alat DJ. (ratu ayu astri desiani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wvbretfdbnhrtymnjytmtymk.jpg)