Berita Denpasar
Hanya Dapat Macet dan Jadi Penonton, Dewan Denpasar Minta KEK Sanur Berdampak Pada Warga Sekitar
Hanya Dapat Macet dan Jadi Penonton, Dewan Denpasar Minta KEK Sanur Berdampak Pada Warga Sekitar
Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pelaksanaan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sanur Denpasar masih berlangsung.
Diharapkan pembangunan KEK Sanur ini berdampak positif pada masyarakat sekitar.
Jangan sampai warga sekitar hanya dapat macet saja tanpa dampak positif.
Wakil Ketua DPRD Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira, mengatakan, perlu ada pendekatan kepada pemerintah pusat agar apa yang dilakukan di Sanur ini mampu memberikan dampak positif terhadap warga sekitar.
Jangan sampai saat pembangunan KEK selesai, warga hanya jadi penonton dan mendapat dampak macetnya.
Wandira pun mengatakan, hal tersebut perlu bercermin dari pembangunan Pelabuhan Sanur yang saat ini hanya menimbulkan kemacetan dan belum bisa terurai.
“KEK Sanur ini sudahkan melakukan kajian lalu lintas, agar tidak lagi seperti Pelabuhan Sanur,” kata Wandira.
Kesejahteraan warga pun harus menjadi perhatian bersama dengan pembangunan ini.
“Misalkan saja serapan tenaga kerja yang ada, agar tidak mengesampingkan warga lokal. Demikian pula UMKM lokal harus bisa masuk, sehingga secara umum bisa memberi dampak ekonomi warga,” katanya.
Wandira berharap selain memberikan dampak positif bagi warga Sanur sendiri, juga harus mampu meningkatkan PAD Denpasar.
Apa yang terjadi di Sanur ini juga berimbas pada peningkatan pendapatan Kota Denpasar, misalnya dari pajak yang harus dibayarkan nantinya.
Baca juga: Bappenas Dorong Opsi Pendanaan Pinjaman Dalam Negeri Untuk Proyek LRT di Bali
Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana memastikan akan ada dampak bagi warga sekitarnya.
“Misalnya saja, terkait dengan serapan tenaga kerja, dipastikan sesuai dengan kompetensi yang diperlukan,” katanya.
Demikian pula dengan pelaku UMKM, sedikitnya 50 UMKM sudah bisa mendapatkan bantuan CSR yang kini telah berjualan di kawasan pantai.
Kawasan ekonomi khusus ini memiliki luas 41,26 Ha. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.