Sponsored Content

Bupati Karangasem Gede Dana Gelar Sosialisasi Bahaya Rabies ke Sekolah Dasar

Kasus rabies di Karangasem, Gede Dana memberikan sosialisasi dan edukasi ke siswa SD

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Bupati Karangasem Gede Dana Gelar Sosialisasi Bahaya Rabies ke Sekolah Dasar 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Bupati Karangasem Gede Dana didampingi Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta dan Kadis Pertanian, Pangan dan Perikanan Siki Ngurah memberikan sosialisasi dan edukasi ke siswa SD Insan Mandiri terkait bahaya virus rabies dalam rangka Hari Rabies Sedunia, Jumat 6 Oktober 2023.

Gede Dana dalam edukasinya mengatakan sosialisasi ini sangat penting.

Sekarang banyak sekali anjing liar yang tak dijaga dan dirawat dengan baik.

Bupati pun menegaskan, jangan sampai menyepelekan gigitan anjing apalagi anjing liar.

Baca juga: 79,12 Persen Anjing di Denpasar Sudah Divaksin Rabies, Total Positif 17 Ekor

Dirinya mencotohkan, beberapa minggu yang lalu di Desa Kesimpar, ada anjing liar yang menggigit seseorang dan setelah di cek anjing tersebut positif rabies.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mari kita sadar bersama jika memiliki anjing peliharaan agar segera divaksin dan dirawat dengan baik. Jangan melepas anjing sembarangan, yang kemungkinan bisa membahayakan orang lain. Tidak hanya anjing, hewan seperti kucing pun harus divaksin,”kata Gede Dana.

Untuk Kabupaten Karangasem, dari estimasi populasi anjing sebanyak 77.092 ekor sampai akhir September sudah melakukan vaksinasi sebanyak 44.695 ekor (57,98 persen).

Melalui vaksinasi rabies terutama pada anjing, dengan cakupan minimal 70 persen di wilayah tertular akan bisa melindungi masyarakat dari ancaman rabies.

Penanggulangan penyakit rabies memerlukan pendekatan One Health, melalui kerja sama dan komitmen lintas sektor, yang terdiri dari kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan.

Di samping itu, keterlibatan aktif masyarakat tentu juga sangat diperlukan.

Keberhasilan pengendalian rabies sangat dipengaruhi oleh seberapa besar keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, baik keaktifan petugas kesehatan dan kesehatan hewan, perilaku pemilik hewan, partisipasi masyarakat, keberhasilan sosialisasi, penyediaan logistik, dan dipahaminya ekologi Hewan Pembawa Rabies (HPR).

“Sebagaimana halnya hari ini sebagai tonggak Hari Rabies Sedunia, bukan juga mempertimbangkan aspek kesehatan manusia, tetapi peringatan untuk memberikan perhatian Kesehatan Manusia, Kesehatan Hewan dan Keselamatan Lingkungan (One Healt),” tutupnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian, Pangan dan Perikanan, Nyoman Siki Ngurah menjelaskan, rabies adalah penyakit menular khas ke hewan tertentu khusunya anjing dan serigala yang disebabkan oleh virus.

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies.

Penyakit ini bersifat zoonosis, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved