Berita Jembrana

Tak Turun Hujan Sejak 20 Hari Terakhir, Jembara Masuk Kategori Waspada Peringatan Dini Kekeringan

Tak Turun Hujan Sejak 20 Hari Terakhir, Jembara Masuk Kategori Waspada Peringatan Dini Kekeringan

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ I Made Prasetia
Cuaca panas yang terjadi di Jembrana sangat dirasakan di pesimpangan Sudirman, Kota Negara. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus melakukan monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) hingga Selasa 10 Oktober 2023 kemarin.

Hasilnya, Kabupaten Jembrana sudau masuk peringatan dini kekeringan dengan kategori waspada. Namun, dalam 10 hari kedepan masih ada peluang hujan meskipun cukup rendah.

Koordinator Analisa dan Prakiraan Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Negara-Bali, Made Dwi Wiratmaja menjelaskan, sesuai update informasi terkini, wilayah Jembrana secara umum sudah tidak turun hujan antara lebih dari 21 hari.

Kemudian, untuk 10 hari kedepan ada peluang hujan namun cukup rendah, berkisar antara 10-20 persen. 

"Sehingga gal ini menjadi dasar bahwa di wilayah jembrana sudah peringatan dini kekeringan dengan kategori waspada," jelas Dwi saat dikonfirmasi, Rabu 11 Oktober 2023. 

Dia melanjutkan, kondisi ini diprakirakan masih akan terjadi hingga bulan November mendatang. Kemudian prakiraan musim hujan akan mulai pada pertengahan November 2023 mendatang.

"Sementara ini, peluang hujan tetap ada tapi rendah," tandasnya. 

Sementara itu, selain menyebabkan krisis air bersih, dampak musim kemarau panjang yang terjadi juga sangat berdampak ke para peternak di Jembrana.

Peternak hingga buruh pencari rumput mulai kesulitan mencari rumput untuk pakannya.

"Kami mulai kesulitan mencari rumput untuk ternak kami. Dampak kekeringan sangat luar biasa," kata seorang peternak, Putu (38). 

Sehingga, dirinya harus lebih banyak bergerak untuk mencari rumput dengan meminta informasi ke rekan peternak lainnya.

Dia mengaku, tahun ini dampak musim kemarau berbeda jauh dengan sebelumnya.

Baca juga: Viral : Gara-gara Ikuti Google Maps, Truk Tronton Terjebak di Jalan Tegenungan Sukawati

Selain mengakibatkan kesulitan mencari rumput, terik sinar matahari yang sangat panas membuat ia terkadang menyerah bekerja di sawah. 

"Kami harap musim hujan segera turun meskipun prediksinya masih bulan depan," harapnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved