TPA Suwung Kebakaran
Helikopter Water Bombing Bolak-balik, Bantu Padamkan Api di TPA Suwung Denpasar, 13 Warga Dievakuasi
Kebakaran hebat yang menimpa TPA Suwung Denpasar memerlukan penanganan ekstra. Karena itu Basarnas mendatangkan helikopter “water bombing”
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kebakaran hebat yang menimpa TPA Suwung Denpasar memerlukan penanganan ekstra. Karena itu Basarnas mendatangkan helikopter “water bombing” dari Solo, Jawa Tengah untuk membantu memadamkan, Jumat (13/10).
Pantauan Tribun Bali di lapangan, mulanya helikopter itu berputar beberapa saat di atas titik api. H
al itu dilakukan guna mengetahui titik api yang nantinya akan dipadamkan. Setelah beberapa saat mengitari TKP, helikopter yang dilengkapi dengan kantung berwarna oranye itu kembali untuk mengisi air.
Baca juga: TPA Suwung Ditutup Hingga Api Bisa Dipadamkan, Sampah Dibawa ke TPST!
Pantauan Tribun Bali, setidaknya lebih dari 10 kali helikopter “water bombing” bolak-balik untuk memadamkan api dan kembali guna mengisi ulang air di kantung yang dibawanya itu. TPA Suwung terbakar mulai Kamis (12/10) sekitar pukul 11.00 Wita.
Sementara itu, proses pemadaman api tersebut disaksikan pula oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, hingga Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni.
Baca juga: Sebelum Helikopter BNPB Padamkan Api di TPA Suwung, Dilakukan Ngaturang Daksina dan Pejati
Terkait penyebab kebakaran di TPA Suwung, Wali Kota Denpasar tak dapat berbicara banyak. Namun ia menduga kebakaran terjadi akibat cuaca panas. Pasalnya, kejadian serupa sempat terjadi pada 2019. “Kami belum menilai. Yang jelas cuacanya panas. Ini 2019 juga terjadi,” kata Jaya Negara.
Wali Kota Denpasar mengatakan, Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial telah mengevakuasi 5 KK yang berjumlah 13 orang. “5 KK, 13 orang. Kita tetap bantu, support dari Dinas Sosial (Kota Denpasar),” kata Jaya Negara.
Menurutnya, 13 orang tersebut dievakuasi dari sekitar TKP kebakaran ke Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Serangan, Denpasar. Dia mengatakan, 13 orang itu bukan merupakan warga Kota Denpasar.
Baca juga: BPBD dan Pemprov Bali Bali Bagikan Masker Untuk Warga Disekitar TPA Suwung
Hal ini diketahui melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang bersangkutan. Mereka, kata Jaya Negara, merupakan pemulung yang mengais rezeki di Kota Denpasar.
Kepala BPBD Bali, I Made Rentin mengatakan, sebelum helikopter beroperasi memadamkan api, ada prosesi khusus yang dilakukan di Air Bali, diawali ngaturang daksina pejati dan dilanjutkan nyiratin tirta ke body helikopter termasuk kru. “Ini upaya niskala yang dilakukan mohon kerahayuan dan keselamatan dalam upaya operasi udara yang dilakukan dengan water bombing,” ungkapnya.
Ia berharap semoga alam semesta merestui pergerakan yang dilakukan, proses pemadaman berhasil dan api segera padam, serta semua personel sehat dan selamat dalam bertugas. Helikopter akan beroperasi di Bali sampai kebakaran TPA Suwung betul-betul dinyatakan berakhir dan api padam total.
Baca juga: BPBD dan Pemprov Bali Bali Bagikan Masker Untuk Warga Disekitar TPA Suwung
Hingga Jumat (13/10) malam, kebakaran di TPA Suwung belum padam. Kepulan asapnya terpantau jelas dari posisi KN SAR Arjuna 229. Kondisi yang memprihatinkan tersebut menjadi atensi Kantor SAR Denpasar (Basarnas Bali).
BPBD sempat berkoordinasi dengan Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, untuk bersama-sama mencari solusi memadamkan kebakaran. Yang mengkhawatirkan, menurut Nyoman Sidakarya, kepulan asap mulai mengganggu masyarakat di sekitarnya. Jika kebakaran terus terjadi sehingga asap semakin membumbung tinggi bisa saja berdampak terganggunya penerbangan Bandara Ngurah Rai.
Baca juga: BREAKING NEWS: Api Kebakaran TPA Suwung Belum Padam, BPBD Bali Siapkan Heli Water Bombing
Pada pukul 08.00 Wita, Kepala Kantor SAR Denpasar dengan didampingi Kepala Seksi Operasi dan Siaga mendatangi lokasi. Sebanyak 7 personel pun ikut untuk antisipasi apabila memerlukan aksi segera.
“Dari semalam kita pantau terus, petugas siaga 24 jam standby di Pelabuhan KN SAR Arjuna 229 kebetulan lokasinya cukup dekat dan bisa terlihat," imbuh Nyoman Sidakarya.
Pantauan kemarin malam, asap tebal menyelimuti sekitar TPA sampai jalan Bypass Ngurah Rai ke arah tenggara. Data dari BMKG kemarin malam tercatat kecepatan angin 30 km/jam dan arah angin dari Tenggara.
“Kami berharap bisa segera tertangani, meskipun ini belum memasuki ranah dari tugas fungsi Basarnas, karena penanganan kebakaran lebih kepada Damkar, BPBD pada lingkup kejadian yang lebih besar, kita pun peralatan pemadam tidak memiliki," ungkapnya.
Namun ia juga menekankan bahwa personel Kantor SAR Denpasar siap jika diperlukan tenaganya. Nyoman Sidakarya juga mengingatkan petugas untuk memperhatikan keselamatan dan terus bersinergi antar instansi dan potensi SAR.
Akibat kebakaran yang melanda hingga 15 hektare, TPA Suwung Denpasar ditutup sementara. Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Ni Made Armadi.
“Untuk sementara TPA kami tutup dulu karena masih ribet dan api menjalar ke mana-mana. Sudah kami imbau untuk yang membuang sampah ke TPA sementara, permaklumannya untuk ditutup sementara,” jelasnya, Jumat (13/10).
Penutupan TPA ini tergantung pada kondisi lapangan. Jika selama seminggu kebakaran sudah selesai, api sudah padam dan sudah pendinginan sudah berjalan dengan bagus serta tidak ada titik api, kemungkinan seminggu TPA Suwung sudah bisa dibuka lagi. Armadi juga mengatakan, dalam sehari TPA Suwung biasanya menampung 1.100 ton sampah.
“Per hari hampir 1.100 ton dan hampir 600 truk sampah per hari dari Denpasar dan Badung. Diperkirakan luas sampah yang sudah terbakar 15 hektare, baru area luasan kita hitung itu pun pakai drone kemarin,” imbuhnya.
Sementara itu ketinggian tumpukan sampah terakhir di TPA Suwung sebelum kebakaran yakni hampir 30 meter di atas permukaan laut. Kebakaran sampah yang ada di TPA seperti seperti api dalam sekam. Maka dari itu ia meminta kepada Pemkot Denpasar agar saat ini mengusahakan dan mengoptimalkan TPSTS untuk membuang sampah sementara ketika kebakaran sedang dipadamkan di TPA Suwung.
Sejumlah titik api di TPA Suwung tampaknya belum dapat dijinakkan. Pantauan Tribun Bali di TKP, Jumat (13/10), kepulan asap pekat masih menyelimuti TPA Suwung. Asap pekat itu muncul dari tumpukan sampah di beberapa lokasi. Bahkan, jarak pandang terbatas lantaran asap yang cukup pekat tersebut.
Sementara itu, sejumlah mobil pemadam kebakaran masih lalu-lalang di seputar TKP. Upaya pemadaman api di TPA Suwung ini setidaknya diatensi oleh unit pemadam kebakaran dari tiga kabupaten, BPBD Kota Denpasar, Kabupaten Badung, BPBD Kabupaten Gianyar.
Selain itu, terpantau pula aparat TNI-Polri tengah bersiaga di seputar TKP guna membantu memadamkan api dan mengatur lalu lintas agar memudahkan mobil pemadam kebakaran menuju titik api. (zae/mah/sar)
(Sidebar)
Warga Diminta Pakai Masker
PEMERINTAH Provinsi Bali melalui BPBD Bali bekerjasama dengan instansi-instansi terkait terus melakukan upaya maksimal untuk menangani kebakaran di TPA Suwung, Denpasar.
Kepala BPBD Bali I Made Rentin dalam keterangannya, Jumat (13/10) mengatakan, pihak kepolisian bersama Satpol PP dan relawan terus melakukan penjagaan di areal kebakaran dan melarang warga untuk masuk dan beraktivitas di areal TPA.
Hal ini dilakukan agar upaya penanganan kebakaran dapat berjalan fokus dan maksimal. Ia menambahkan, untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan kebakaran, BPBD Bali telah memberikan 7.000 masker kepada warga.
“Untuk antisipasi dampak yang ditimbulkan bagi warga, misalnya gangguan kesehatan pada saluran pernafasan. Kami telah menyerahkan lebih dari 7.000 buah masker kepada warga melalui Camat dan Lurah untuk dibagikan kepada warga atau masyarakat,” ujar Made Rentin
Rentin mengatakan, polisi juga melakukan operasi humanis dengan membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan, baik sepeda motor ataupun mobil yang melintas di jalan raya dekat lokasi TPA Suwung.
“Kami mengimbau petugas untuk tetap gunakan masker dan perhatikan faktor risiko dalam bertugas, dan warga kami imbau memakai masker mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan pada saluran pernapasan. Kami dari Satgas Gabungan menyiapkan masker untuk warga dalam jumlah cukup dan memadai,” ucap Made Rentin.
Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Tomiyasa, ditemui di TPA Suwung, Jumat (13/10), mengimbau masyarakat yang tengah melintasi ruas jalan di seputar TPA Suwung agar menggunakan masker. Sebab, asap kebakaran disebut dapat membahayakan kesehatan bagi yang mengirupnya.
Dia juga mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan untuk tak masuk ke TKP kebakaran. Pasalnya, situasi di TKP dinilai belum kondusif lantaran banyaknya mobil pemadam kebakaran yang lalu-lalang. Selain itu, asap kebakaran yang masih cukup pekat juga berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Polresta Denpasar juga mengatensi kebakaran TPA Suwung itu. Polresta Denpasar telah menerjunkan kendaraan Armoured Water Canon (AWC). Hal ini dilakukan guna membantu pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api di TPA Suwung. Polisi juga menyusun personel guna melakukan pengamanan di seputar TKP. (zae/mah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.