Berita Klungkung

Burung Beterbangan dari Arah Pura, Pohon Kepuh Raksasa Tumbang Hancurkan 15 Palinggih

Pohon tumbang pertama kali diketahui warga setempat, I Komang Suasta. Rabu sore kemarin, ia pergi ke sawahnya yang tidak jauh dari Pura Dalem Seluwang

Eka Mita Suputra/Tribun Bali
Warga pangempon Pura Dalem Seluwang, Kamis (19/10/2023) hadir untuk bergotong-royong membersihkan puing bangunan palinggih mereka yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang. 

TRIBUN-BALI.COM  - Pohon kepuh besar di Pura Dalem Seluwang, Desa Tojan, Klungkung, tumbang. Sebanyak 15 dari 18 palinggih hancur setelah tertimpa pohon yang diyakini sudah berusia ratusan tahun tersebut.

Lebih dari seratus warga pangempon Pura Dalem Seluwang bergotong-royong membersihkan puing palinggih yang hancur, Kamis (19/10/2023). Pohon tersebut tumbuh di area pura dan disakralkan, tumbuh menjulang dengan ketinggian 25 meter dengan diameter 3 meter.

Pohon tumbang pertama kali diketahui warga setempat, I Komang Suasta. Rabu sore kemarin, ia pergi ke sawahnya yang tidak jauh dari Pura Dalem Seluwang. Namun tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh yang sangat keras.

"Saya dengar suara gemuruh sangat keras, lalu setelah itu burung beterbangan dari arah Pura Dalem Seluwang," ujar Komang Suasta.

Baca juga: Damkar Bangli Bantu Penanganan Kebakaran di TPA Suwung Denpasar Bali

Baca juga: BPBD Karangasem Distribusikan Air 59 Ribu Liter ke Daerah Krisis Air

Warga pangempon Pura Dalem Seluwang, Kamis (19/10/2023) hadir untuk bergotong-royong membersihkan puing bangunan palinggih mereka yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang.
Warga pangempon Pura Dalem Seluwang, Kamis (19/10/2023) hadir untuk bergotong-royong membersihkan puing bangunan palinggih mereka yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang. (Istimewa)

Ia berlari ke arah pura dan melihat pohon kepuh raksasa sudah tumbang dan merusak palinggih. "Saya awalnya bingung mau cari siapa. Saya laporkan ke Sekdes Desa Tojan. lalu sekdes yang melapor ke pangempon pura dan ke BPBD Klungkung," ungkap dia.

Petugas BPBD Klungkung bersama warga sudah mencoba melakukan penanganan pasca bencana. Namun karena besarnya ukuran pohon yang tumbang dan kerusakan parah, evakuasi tidak dapat diselesaikan sekaligus.

"Melihat kerusakan pura dan besarnya pohon yang tumbang, penanganan kami lanjutkan hari ini (kemarin). Sebesar apapun pohon yang tumbang ini, akan kami bantu masyarakat sampai tuntas. Kalau tidak selesai, evakuasi pohon kami lanjutkan besok (hari ini) ," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada.

Kelian Pura Dalem Seluwang, Komang Sukerta memperkirakan pohon kepuh itu tumbang karena usia. Ia pun mengatakan, pohon itu sudah berusia ratusan tahun. Kata dia, petugas tidak berani menebang pohon itu karena disakralkan masyarakat.

"Sempat pohon itu seperti amblas, namun karena disakralkan kami tidak berani menebang. Kemarin sore, tidak ada angin, tidak ada hujan, pohon ini tiba-tiba tumbang," ujar Komang Sukerta.

Saking besarnya pohon yang tumbang, menyebabkan kerusakan parah di Pura Dalem Seluwang. Dari 18 palinggih yang ada di pura tersebut, 15 di antaranya hancur. Hanya tiga palinggih yang masih utuh.

Adapun palinggih yang mengalami kerusakan antara lain Piasan, Panggungan, Meru Tumpang Tiga, Gedong Sari, Palinggih Basuki dan lainnya. "Total kerugian dari musibah ini kami perkirakan lebih dari Rp 1 miliar," ungkap Sukerta.

Melihat kerusakan yang sangat parah, ia berencana akan mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah untuk perbaikan Pura Dalem Seluwang. "Kami akan coba ajukan (bantuan) ke desa, pemerintah, hingga anggota dewan agar perbaikan segera dilakukan," harap Sukerta. (mit)


Suwirta: Ajukan Proposal!


Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada mengatakan, musibah pohon kepuh yang tumbang menyebabkan kerusakan parah Pura Dalem Seluwang. Ia meminta krama pangempon mengajukan proposal untuk kemudian diteruskan Pemprov Bali.

"Nanti (bikin, red) proposal dan ajukan ke gubernur. Semoga pangempon pura ini bisa dapat bantuan," ungkap Widiada.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengaku sangat prihatin setelah melihat kejadian pohon tumbang ini. Ia menugaskan BPBD bersama-sama gotong-royong membersihkan material.

Selanjutnya ia meminta agar dibuatkan laporan kerugian material, diikuti dengan membuat perencanaan proposal. “Segera urus proposalnya agar cepat selesai,” harap Suwirta. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved