Bisnis

Pemerintah Tetap Beli Beras Impor, Tambahan 1 Juta Ton dari China di Akhir Tahun

Ia mengatakan, selama beras dari China tersebut memenuhi standar, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan importasi dari China.

Istimewa
BERAS IMPOR - Pemerintah berencana menambah pasokan impor beras dari China sebesar 1 juta ton di tahun ini. Impor dilakukan untuk menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 1 juta ton di akhir tahun.  

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah berencana menambah pasokan impor beras dari China sebesar 1 juta ton di tahun ini. Impor dilakukan untuk menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 1 juta ton di akhir tahun.

Kepala Badan Pangan (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan rencana kontrak dengan China akan ditinjau ulang setelah pihaknya bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membahas hasil kunjungan keduanya ke China.

Ia mengatakan, selama beras dari China tersebut memenuhi standar, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan importasi dari China. "Pokoknya dari manapun (sumber impor) sekarang sepanjang memenuhi product specification dan harganya masuk akan dikerjakan," jelas Arief dikitip Tribun Bali dari Kontan.co.id, Minggu (22/10).

Baca juga: Bensin Tumpah Dekati Sumber Api, Ruko pun Terbakar, Kerugian Rp 200 Juta

Baca juga: Kebakaran Hutan Lereng Gunung Agung Masih Sisa Tiga Titik

BERAS IMPOR - Pemerintah berencana menambah pasokan impor beras dari China sebesar 1 juta ton di tahun ini. Impor dilakukan untuk menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 1 juta ton di akhir tahun. 
BERAS IMPOR - Pemerintah berencana menambah pasokan impor beras dari China sebesar 1 juta ton di tahun ini. Impor dilakukan untuk menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 1 juta ton di akhir tahun.  (Istimewa)

Meski begitu, Arief tidak menjelaskan detail rencana impor 1 juta dari China ini apakah masuk dalam penugasan tambahan yang diberikan kepada Bulog sebanyak 1,5 juta ton tahun ini. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas memastikan rencana impor beras 1 juta ton dari China akan segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikannya saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Beijing, China untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Belt and Road Forum (BRF) for International Cooperation pada Selasa (18/10). "Rencana beras yang satu juta dari Tiongkok mudah-mudahan dalam waktu dekat sampai ke Tanah Air," ujar Zulhas dalam keterangannya, belum lama ini.  

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menyebut, 500.000 ton beras impor akan masuk pada pertengahan bulan Desember nanti. Beras tersebut merupakan bagian dari 1,5 juta ton kuota impor beras tambahan sebagai cadangan beras pemerintah (CBP).

"Hari ini sudah terkontrak dari 1,5 juta (ton) itu 500.000 ton. Yang datang ke Indonesia 500.000 ton. Ini paling lambat adalah pertengahan Desember. Sudah kita hitung saya sudah kerja sama Pelindo semua, sehingga dari hitungan itu bisa dipastikan pertengahan Desember semua yang 500 (ribu ton)," kata Buwas di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta.

Adapun 500.000 ton beras tersebut berasal dari berbagai negara. Dengan rencana masuknya beras di pertengahan Desember tersebut, Buwas menghitung pada akhir tahun nanti stok pemerintah diperkirakan ada di angka 1,3 juta ton.

Dimana saat ini stok beras pemerintah masih 1,7 juta ton. Namun stok akan berkurang sekitar 900.000 ton untuk bantuan pangan beras dan juga operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). (kontan)  


Paling Lambat Pertengahan Desember

Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras selama bulan September, Oktober dan November. Setiap bulannya pemerintah menggelontorkan sekitar 240.000 ton beras bantuan kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kemudian untuk stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) setiap bulannya, disalurkan sekitar 50.000 ton.

Tahun ini pemerintah menetapkan kuota impor beras sebagai CBP sebanyak 2 juta ton. Ditambah dengan carry over kuota tahun 2022 sebesar 300.000 ton. Maka total kuota impor beras tahun ini adalah 2,3 juta ton. Kemudian untuk antisipasi dampak kekeringan imbas dari El Nino, Presiden Joko Widodo menambah kuota impor beras sebanyak 1,5 juta ton.

Dengan demikian total kuota impor tahun ini adalah 3,8 juta ton.  Adapun untuk realisasi kuota 2 juta ton, tinggal 170.000 ton yang masih dalam perjalanan. Maka, dari kuota 2,3 juta ton impor tahun ini dipastikan akan lengkap masuk pada bulan depan. Sedangkan, untuk kuota impor tambahan akan masuk sebanyak 500.000 ton di pertengahan Desember.

"Semua nanti November akhir pasti sudah datang dari 2 juta itu. Sudah clear ya. Tambah dari 500.000 dari tambahan kuota yang 1,5 (juta ton) itu paling lambat pertengahan Desember," ujar Dirut Perum Bulog Budi Waseso. (kontan)


 
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved