Berita Karangasem

Kebakaran Hutan Lereng Gunung Agung Masih Sisa Tiga Titik

Intensitas kobaran api sudah mengecil dibandingkan sebelumnya. Titik kebakaran berada di ketinggian sekitar1.500 sampai 2.000 MDPL.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem merilis data kejadian kebakaran hutan dan lahan, yang terjadi belakangan ini di Hutan Lindung Gunung Agung. Sebelumnya kebakaran hutan ini mulanya terjadi pada Rabu, 27 September 2023 pukul 08.00 Wita. 

TRIBUN-BALI.COM  - Tragedi kebakaran hutan lindung, di sekitar lereng Gunung  Agung  masih  tersisa 3 titik.

Intensitas kobaran api sudah mengecil dibandingkan sebelumnya. Titik kebakaran berada di ketinggian sekitar1.500 sampai 2.000 MDPL.

Kebakaran jalar ke puncak Gunung Agung. Untungnya api tidak menjalar ke pemukiman. 

Baca juga: Polres Bangli dan Polsek Bersama Amankan Kunjungan Wisata Menteri Kehakiman Negara Kamerun ke Bangli

Baca juga: VIRAL Open BO Bule, Polda Bali Dalami, Tawarkan di Telegram BEVERLY BABES, Tarif 2000 Dolar AS

Area hutan lereng Gunung Agung kembali terbakar, Kamis  (19/10/2023).

Api berada di  beberapa titik di bagian timur, tepatnya diatas Br. Buana Kusuma, Dukuh, Kecamatan Kubu.

Kobaran api cukup jauh dari pemukiman penduduk. Api diperkirakan naik ke puncak Gunung Agung.
Area hutan lereng Gunung Agung kembali terbakar, Kamis  (19/10/2023). Api berada di  beberapa titik di bagian timur, tepatnya diatas Br. Buana Kusuma, Dukuh, Kecamatan Kubu. Kobaran api cukup jauh dari pemukiman penduduk. Api diperkirakan naik ke puncak Gunung Agung. (Istimewa)


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengungkapkan, tiga titik kebakaran ada di Kec. Kubu dan Rendang.

"Untuk Kecamatan Kubu ada dua titik, semua berada di Desa Dukuh. Sedangkan 1 titik ada di Pura Gae, Kec. Rendang,"kata IB Arimbawa, Minggu (22/10).


"Tadi kita sudah melakukan pemantauan dari bawah. Kalau di lihat kasar mata, hanya terlihat asap. Kita terus melakukan pengawasan dan pemantauan kebakaran di sekitar Gunung Agung,"jelas Arimbawa, mantan Kabid Pemadam Kebakarn (Damkar).


Untuk luas hutan yang terbakar belum dipastikan. Mengingat  lokasi kebakaran ada di atas ketinggian.

Saat ini petugas melaksanakan pemantauan di bawah. Tim terus koordinasi dengan instansi bersangkutan.

Dari Bulan September sampai 17 Oktober 2023, luas hutan terbakar sekitar 750 hektare & diperkirakan bertambah.


Koordinator Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Bali Timur, I Made Warta, mengatakan luas hutan yang terbakar capai 750  hektaran.

Terbanyak hutan di bagian timur, seperti  Kecamatan  Kubu.  Untuk  Kecamatan Rendang masih sedikit. Sedangkan Kec. Bebandem, Selat, dan Abang msih aman. Belum ada yang terbakar.


"Kita masih tetap memantau. Biasanya kebakaran lereng  Gunung Agung terjadi saat siang.

Penyebabnya karena kemarau panjang, sedangkan kadar air di pohon serta semak sangat sedikit.

Sehingga mempercepat kebakaran. Petugas tetap siaga memadamkan jika bisa  dijangkau,"kata Warta, sapaan akrabnya.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa,  mengatakan, luas hutan  di sekitar lereng Gunung Agung yang terbakar sesuai perhitungan dari UPT.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved