Berita Gianyar
Rawan Kebakaran, Polsek Ubud Turun ke Lapangan Sosialisasi ke Petani dan Pengusaha Atap
Musim kemarau ekstrem yang terjadi hampir sebulan, menjadi perhatian serius Polsek Ubud bersama jajaran Bhabinkamtibmas-nya.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Musim kemarau ekstrem yang terjadi hampir sebulan, menjadi perhatian serius Polsek Ubud bersama jajaran Bhabinkamtibmas-nya.
Sejak beberapa hari ini, mereka rutin memberikan sosialisasi bahaya kebakaran.
Sosialisasi itu diberikan pada petani atau masyarakat yang tengah melakukan aktivitas di sawah.
Baca juga: Pasca kebakaran, TPA Temesi Gianyar Tiap Hari Disiram oleh DLH Menggunakan Air Irigasi
Terlebih saat ini, beberapa petani dalam masa panen padi, dan banyak petani yang biasanya membakar jeraminya agar lebih efisien.
Selain mengimbau petani tak membakas jerami, polisi juga mensosialisasikan pada pekerja panen padi, supaya tidak merokok saat melakukan aktivitas di sawah.
Sebab rawan terjadi kebakaran lahan akibat puntung rokok.
Baca juga: Cegah Kebakaran, Petugas Semprotkan Cairan Pengurai Bakteri ke Sampah di TPA Peh Jembrana
Selain aktivitas pertanian, Polsek Ubud juga menitik beratkan sosialisasinya pada aktivitas usaha atap, terutama atap ilalang. Sebab bahan atap tersebut juga sangat rentan terhadap api.
Polisi juga mendatangi para pematung kayu. Seperti diketahui, Kecamatan Ubud merupakan salah satu daerah di Gianyar yang masyarakatnya menekuni usaha patung berbahan kayu.
Baca juga: Pasca kebakaran, TPA Temesi Gianyar Tiap Hari Disiram oleh DLH Menggunakan Air Irigasi
Kepada mereka, Polsek Ubud meminta agar para seniman berhati-hati terhadap api, dan tidak membuang puntung rokok secara sembarangan. Sebab serpihan pahatan kayu sangat rentan menjadi pemicu kebakaran.
Kapolsek Ubud, Kompol I Made Uder, Minggu 22 Oktober 2023 membenarkan hal tersebut.
Dalam mengantisipasi kebakaran di wilayah hukum Polsek Ubud di tengah kemarau ekstrem ini, ia bersama jajaran Bhabinkamtibmas rutin mendatangi lokasi rawan kebakaran.
Baca juga: Wali Kota Denpasar: Simpan Sampah di Rumah, Pengungsi Kebakaran TPA Suwung Dipulangkan ke Daerahnya
"Sasaran kita, mulai dari pengusaha atap ilalang, aktivitas di sawah terutama saat panen dan pasca panen, aktivitas tegalan, dan akomodasi pariwisata, serta kegiatan lainnya yang rawan kebakaran," ujar Kompol Uder.
Perwira asal Desa Lodtunduh Ubud tersebut bersyukur, lantaran semua pihak yang didatangi, memahami imbauan tersebut. Karena itu, sejauh ini situasi di Ubud tetap kondusif.
Adapun imbauan yang diberikan, mulai dari larangan membakar sampah dan membuang puntung rokok secara sembarangan. "Bagi pengusahan atap alang-alang waspadai situasi seputaran, jangan buang puntung rokok sembarangan dan apabila ada kabel listrik atau penggunaan listrik, perhatikan keamanan,"
Baca juga: Pengungsi Akibat Kebakaran TPA Suwung Dipulangkan ke Daerah Asalnya
"Bagi petani yang biasa bakar jerami habis panen, hentikan membakar, karena sebagaian besar sawah terdapat bangunan villa di seputarannya, kalau perlu dipotong gunakan alat pemotong rumput," pintanya.
Sementara untuk kawasan akomodasi pariwisata, Kompol Uder meminta mereka lebih waspada saat menggunakan perangkat kelistrikan, memastikan instalasi listrik harus rapi, menggunakan kabel dan sarana lainnya yang bersetifikasi.
"Kami juga meminta pada semua pihak agar jangan sembarangan memotong pohon yang kering, apalagi membakarnya tanpa pertimbangan keamanan," ujar Kapolsek. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.