Berita Gianyar
6,75 Hektare Lahan di Gianyar Terbakar Selama Kemarau
Sepanjang Oktober 2023, jumlah kebakaran lahan cukup sering terjadi di Kabupaten Gianyar, Bali.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sepanjang Oktober 2023, jumlah kebakaran lahan cukup sering terjadi di Kabupaten Gianyar, Bali.
Bahkan berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar, luas lahan yang terbakar mencapai 6,75 hektare, tersebar di 24 titik di semua kecamatan.
Adapun penyebab kebakaran, sebagian besar karena kesalahan manusia, yakni membakar sampah dan akibat puntung rokok.
Baca juga: Tiga Perbekel Maju Pileg Gianyar Digantikan Pj Perbekel
Namun beberapa penyebab lain, bisa saja terjadi, namun sulit terkonfirmasi.
Yakni, akibat sampah platik, botol, hingga kaca. Kebakaran akibat sampah-sampah tersebut bisa terjadi jika benda tersebut terpapar matahari secara kontan, dan di bawah atau sampingnya terhadap benda yang mudah terbakar, seperti dedaunan kering.
Kepala Dinas Satpol PP Gianyar, I Made Watha membenarkan hal tersebut.
Baca juga: Kemarau Beri Berkah bagi Nelayan Gianyar, Tangkapan Melimpah
Kata dia, pada musim kemarau ini, sangat rentan terjadi kebakaran yang diakibatkan oleh membakar sampah dan keringnya bahan-bahan yang mudah terbakar.
"Bahkan dalam bulan ini sudah hampir 6,75 ha lahan kosong ditumbuhi alang-alang terbakar," ujar Watha, Kamis, 26 Oktober 2023.
Watha menegaskan, sebagian besar kebakaran lahan yang terjadi berupa lahan ilalang, dan penyebabnya ialah ulah manusia atau warga yang bakar sampah sembarangan.
Baca juga: Satpol PP Gianyar Tertibkan Baliho yang Dianggap Sakiti Pepohonan dan Tak Berizin
"Syukur petugas damkar kita sigap dan atensi begitu ada laporan, dari warga sehingga tidak terjadi merembet api ke lingkungan rumah penduduk sekitarnya," jelasnya.
Terakhir, kebakaran lahan terjadi di jalan Silakarang pada Rabu 25 Oktober kemarin. Di sana terjadi kebakaran seluas 50 are, yakni berupa lahan yang ditumbuhi rumput ilalang.
Penyebab kebakaran akibat adanya warga yang membakar sampah.
"Api berasal dari pembakaran sampah. Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam," ujarnya.
Tak henti-hentinya Watha meminta, supaya masyarakat berhati-hati dalam memkabar sampah.
"Membuang puntung rokok pun harus berhati-hati. Hal yang terlihat sepele bisa menyebabkan musibah besar dan merugikan," ujar. (*)
Berita lainnya di Kebakaran di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Petugas-Pemadam-Kebakaran-Gianyar-saat-memadamkan-api-di-sebuah-lahan-di-Gianyar.jpg)