Berita Buleleng

3.431 KK Terdampak Krisis Air Bersih

Sebanyak sembilan desa di lima kecamatan yang ada di Buleleng mengalami krisis air bersih.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas BPBD Buleleng saat menyuplai air bersih di salah satu desa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak sembilan desa di lima kecamatan yang ada di Buleleng mengalami krisis air bersih.

Hal ini terjadi sejak Agustus hingga Oktober.

Selain karena mesin pompa air rusak, hal ini juga disebabkan lantaran debit air yang dikelola oleh Perumda Tirta Hita Buleleng menurun akibat dampak musim kemarau berkepanjangan.

Kepala BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi dikonfirmasi Minggu, 29 Oktober 2023 mengatakan, lima desa yang mengalami krisis air bersih itu diantaranya Desa Tembok, Desa Madenan, Desa Bondalem Kecamatan Gerokgak, Desa/Kecamatan Sawan, Desa Selat Kecamatan Sukasada, serta Desa Kayuputih Kecamatan Banjar. 

Dari kelima desa itu tercatat ada sebanyak 3.431 Kepala Keluarga yang terdampak sulit untuk mengakses air bersih.

Pihaknya pun telah mengerahkan sejumlah mobil tangki milik BPBD, TNI-Polri,  Perumda Tirta Hita Buleleng, PMI Buleleng hingga bantuan dari BPBD Bali dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bali. 

"Sampai saat ini sudah sebanyak 380 ribu liter air besih yang kami suplai untuk warga secara. Suplai untuk masing-masing desa berbeda, kalau jumlah KK yang terdampak cukup banyak maka suplainya dilakukan pagi dan sore.  Bantuan mobil tangki dari provinsi sudah ada sejak September lalu, bagi-bagi tugas kami yang koordinasikan," jelasnya. 

Aridi menyebut berdasarkan prediksi BMKG hujan akan mulai mengguyur wilayah Buleleng tengah pada pertengahan November mendatang.

Sementara hujan untuk wilayag Buleleng barat dan timur akan terjadi pada pertengahan Desember.

"Kalau puncak musim hujannya Januari atau Februari.  Pengaruh El Ninonya melemah," katanya.  

Sementara Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng I Made Lestariana sebelumnya mengatakan pihaknya memiliki 65 titik sumber air, untuk melayani puluhan ribu pelanggan.

Baca juga: Kebakaran TPA Suwung Masih Seluas 1 Hektar, BPBD Fokus Pemadaman Darat

Terdiri dari 16 titik berupa mata air dan 49 titik berupa sumur dalam.

Seluruh sumber air itu diakui Lestariana mengalami penurunan debit air hingga 15 persen.  

Dengan penurunan debit air ini, layanan untuk pelanggan di beberapa daerah khususnya saat beban puncak pemakaian pada pagi dan sore hari menjadi kurang maksimal.

Kondisi ini terjadi sejak awal Oktober. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved