Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Pansus TRAP DPRD Bali Sidak Pancasari Buleleng, Klarifikasi Konten Viral Penyebab Banjir

Pansus TRAP DPRD Bali Sidak Pancasari Buleleng, Klarifikasi Konten Viral Penyebab Banjir

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Dialog - Ketua Pansus TRAP DPRD Bali saat melakukan dialog dengan Perbekel Desa Pancasari. Pada dialog itu, warga menjelaskan drainase yang dinilai jadi penyebab banjir justru meminimalisir banjir. Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Panitia khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Pemerintah (TRAP) DPRD Provinsi Bali menggelar sidak di wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Sidak dilakukan di dua lokasi, yakni di wilayah Banjar Dinas Lalang Linggah dan di kawasan Bali Handara. 

Sidak yang dipimpin Ketua Pansus TRAP, I Made Supartha tersebut salah satunya menyikapi konten viral di media sosial penyebab banjir Pancasari. Konten ini menyebutkan adanya saluran air selebar enam meter dari Bali Handara, diarahkan ke drainase warga selebar satu meter di wilayah Banjar Dinas Lalang Linggah, Desa Pancasari. 

Nyatanya, informasi tersebut keliru. Sebab drainase yang dibangun warga justru berfungsi untuk mengurangi dampak banjir.

Baca juga: Aipda Ferdy Tak Terima Uang, Togar Situmorang Minta Uang Terkait Bareskrim ke Korban Rp 910 Juta

Perbekel Pancasari, I Wayan Komiarsa mengatakan, saluran ini dibuat oleh warga saat banjir pada tahun 2023 lalu. Sebab banjir saat itu dampaknya meluas ke area sekitar. 

"Saluran ini diarahkan ke saluran primer yang menjadi kewenangan dinas PUTR Kabupaten. Setelah ada saluran ini, dampak banjir menjadi minimal," ucapnya, Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Penataan Pantai Candidasa Telan Anggaran Rp500 M, Fokus Atasi Abrasi dan Pulihkan Daya Tarik Wisata

Untuk semakin meminimalisir banjir yang kerap terjadi, Pemkab Buleleng telah membangun sodetan dengan anggaran senilai Rp846 juga. Pembangunan sodetan bahkan direncanakan untuk tahap dua dengan anggaran senilai Rp1,5 miliar. "Jadi solusi sebenarnya sudah ada. Cuma perlu menunggu karena ada proses (pembangunan)," jelasnya. 


Mengenai kedatangan Pansus TRAP ke Desa Pancasari, pihaknya sangat bersyukur. Sebab dengan adanya Pansus TRAP, investor tidak akan berani macam-macam, apalagi sampai melanggar aturan. 


Sayangnya, kehadiran Pansus TRAP saat itu dinilai belum menyelesaikan masalah sepenuhnya. Terutama ihwal saluran air yang menjadi penyebab banjir.


"Pansus belum menjawab pertanyaan dari masyarakat terkait dengan saluran air yang dibuat oleh masyarakat, sedangkan itu dipermasalahkan oleh oknum yang bukan warga kami. Kami masyarakat sudah mencari solusi, kalau itu disalahkan kami terima. Tapi carikan kami solusi," tegasnya.


Sementara General Manager Bali Handara, Shan Ramdas menegaskan, pihaknya bukan menjadi penyebab terjadinya banjir. Musibah ini, kata Shan, terjadi karena hujan deras yang terjadi selama dua hingga tiga hari berturut-turut. 


"Kalau dibilang karena Handara saja, saya sebenarnya tidak setuju. Saya 11 tahun di sini. Kalau dua - tiga hari berturut-turut hujan, lapangan (golf) juga terdampak," ucapnya. 


Menurutnya, solusi paling tepat saat ini adalah membuat drainase untuk menampung volume air yang besar dari hulu. Sebab ada beberapa titik lokasi saluran air yang menyempit. 


"Kalau tanya orang sini (Pancasari) dulu sekitar 10-20 tahun lalu, saluran air itu besar. Namun karena adanya pembangunan jalan dan toko-toko, sehingga saluran air menyempit. Disitu permasalahannya," tandas dia. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved