Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

LSD di Bali

TEMUKAN 1 Sapi Positif Terjangkit Penyakit LSD, Distan Buleleng Berupaya Lockdown Desa? Ini Katanya!

Upaya tersebut menindaklanjuti pasca temuan terbaru satu sapi positif terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

Tribun Bali/ISTIMEWA
AMBIL SAMPEL - Petugas Distan Buleleng saat mengambil sampel sapi di salah satu desa wilayah Kecamatan Gerokgak pasca beredarnya sebaran penyakit LSD, Rabu (21/1). 

TRIBUN-BALI.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng berencana melakukan Lockdown di dua desa wilayah Kecamatan Gerokgak.

Upaya tersebut menindaklanjuti pasca temuan terbaru satu sapi positif terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Distan Buleleng, Gede Melandrat. Dikatakan dia, hingga saat ini total ada tiga ekor sapi di wilayah Kecamatan Gerokgak positif terjangkit penyakit LSD. Seluruhnya tersebar di dua desa. 

 “Dua Sapi positif LSD sebelumnya ditemukan di wilayah Desa Sumberkelampok. Selanjutnya kami melakukan tracing terhadap 25 ekor sapi di sekitar. Setelah diambil sampel darah ternyata hasilnya positif,” jelasnya, Jumat (23/1). 

Satu sapi yang teridentifikasi positif berada di wilayah Desa Pejarakan. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan perbekel dari dua desa itu dan Camat Gerokgak untuk melakukan lockdown

“Tujuannya untuk memastikan sapi yang ada di Desa Sumberklampok dan Pejarakan tidak ada keluar ataupun masuk, alias lockdown,” imbuhnya. 

Baca juga: KREDIT Perbankan Tumbuh 9,3 Persen, Didorong Segmen Korporasi hingga Sektor Properti, UMKM Kontraksi

Baca juga: TEWAS 2 Pekerja Proyek Longsor di Ungasan, Kecelakaan Kerja & Tertimbun, Jenazah Telah Dievakuasi!

Dikatakan pula, pihaknya telah melakukan komunikasi ke pusat maupun provinsi untuk meminta vaksin LSD. Hanya saja masih dikoordinasikan.

“Kalau semisal diberikan vaksin kami sudah siap. Karena kami ada 27 dokter hewan yang siap melakukan vaksinasi,” tandasnya. 

Ia menambahkan, hingga saat ini vaksin LSD belum tersedia di Buleleng karena masih difokuskan di Kabupaten Jembrana.

Namun Distan telah mengajukan permohonan vaksin dan siap melakukan vaksinasi apabila hasil uji laboratorium menyatakan positif LSD. “Kalau sudah ada kejadian, yang divaksin itu sapi sehat, bukan yang terinfeksi,” katanya.

Vaksin LSD juga berbeda dengan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebab LSD merupakan penyakit virus yang hanya menyerang sapi dan tidak menular ke manusia. Penularannya umumnya melalui vektor seperti nyamuk dan lalat, terutama saat musim hujan.  

Kendati tingkat kematiannya rendah, Melandrat mengatakan LSD berpotensi menyebabkan kecacatan pada sapi. Tentunya hal ini berdampak pada penurunan nilai jual.

Untuk diketahui, kasus LSD di Buleleng berawal dari seorang peternak membeli dua anakan sapi secara online melalui media sosial Facebook.

Sapi itu didatangkan dari luar daerah, diduga dari wilayah timur Bali. Setelah dipelihara sebulan, sapi itu menunjukkan gejala berupa bercak-bercak pada kulit menyerupai cacar.

Walaupun kondisi kedua sapi yang diduga terjangkit LSD dilaporkan mulai membaik dan masih memiliki nafsu makan, Distan tetap mengambil langkah pencegahan dengan mengisolasi satu desa. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved