Berita Denpasar

SMAK Harapan Denpasar Gelar Reuni Akbar, Pengacara Brigadir J Dalam Kasus Sambo Jadi Ketumnya

Ikatan Alumni Widhya Pura- SMAK Harapan ini diresmikan tahun 2020 yang diharapkan dapat memperluas jaringan lintas angkatan

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Reuni Akbar Ikatan Alumni Widhya Pura – SMAK Harapan Denpasar, di sekolah setempat, pada Sabtu 4 November 2023 - SMAK Harapan Denpasar Gelar Reuni Akbar, Pengacara Brigadir J Dalam Kasus Sambo Jadi Ketumnya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ikatan Alumni Widhya Pura – SMAK Harapan Denpasar untuk pertama kalinya menggelar Reuni Akbar setelah hampir 30 tahun tidak bersua.

Reuni Akbar yang mengusung tema Back to School, Kisah dan Kasih di Sekolah ini diikuti lebih dari 200 alumni dari lintas angkatan dari tahun 1980-2020 atau 37 angkatan.

Reuni yang digelar di halaman SMAK Harapan, pada Sabtu 4 November 2023 ini digelar dengan meriah seperti ungkapan pesan dan kesan para alumni hingga hiburan, rata-rata dari mereka bernostalgia masa muda mereka.

Ketua Umum Ikatan Alumni, Yonathan Andre Baskoro mengatakan, bahwa Ikatan Alumni Widhya Pura- SMAK Harapan ini diresmikan tahun 2020 yang diharapkan dapat memperluas jaringan lintas angkatan hingga mulai digelarnya Reuni Akbar tahun 2023 ini.

Baca juga: Dirangkaikan Dengan Reuni Akbar, Angkatan Polri ZLS-STS 2005 Berbagi Dengan Penyandang Cacat

“Reuni Akbar ini batu loncatan yang pertama selain menjadi wadah tujuan untuk mengumpulkan data, memperluas jaringan melalui koordinator lintas angkatan yang dibagi dan merangkul seluruh alumni yang ada,” ujar alumnus Harapan yang menjadi pengacara Brigadir J dalam kasus Ferdi Sambo tersebut.

Ke depan, Ikatan Alumni terus kompak untuk melakukan berbagai kegiatan, selain silaturahmi juga kegiatan sosial.

“Acara hari ini sebagai awal, ke depan kami tentu membuat kegiatan lebih rutin, tidak hanya reuni, tapi juga kegiatan sosial, lalu menyumbang pikiran, tenaga untuk kemajuan adik-adik kita,” kata pria 31 tahun kelahiran Denpasar ini.

Kata Yonathan yang juga berprofesi sebagai dosen ini, ke depan tajuk yang diusung bukan lagi tentang reuni melainkan temu alumni selama 3 tahun sekali.

Sebagai alumnus ia pun bangga dengan almamaternya yang melahirkan banyak lulusan sukses.

“Alumnus banyak yang sukses dari level daerah sampai nasional, menarik minat masyarakat, ada juri master chef, dokter, arsitek, mayoritas pengusaha, notaris, dosen, pejabat pemerintahan hingga penyanyi Jegeg Bulan,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar di tahun politik tidak memecah belah organisasi, agar Ikatan Alumni tidak berat kiri dan kanan serta yang mencalonkan agar melakukan pendekatan secara individu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Drs I Gusti Putu Karibawa menyampaikan, setelah Ikatan Alumni terbentuk 3 tahun yang lalu, menjadi kebanggaan bagi SMAK Harapan secara khusus dan Yayasan Perguruan Kristen Harapan secara umum.

“Ikatan Alumni ini bisa mengorganisir alumni dengan baik, sehingga apa yang menjadi program dicanangkan alumni tujuannya adalah bagaimana bisa berkolaborasi satu dengan yang lain untuk terus membuat sekolah yang kini berusia 59 tahun ini tetap eksis, seperti semboyan Disiplin Berdasarkan Kasih,” tuturnya.

Ketua Yayasan Perguruan Kristen Harapan, Pendeta I Gusti Putu Suarjana, yang sekaligus alumni angkatan 1985, dari jurusan IPA ini menambahkan, bahwa yang menjadi dasar dari terselenggaranya Reuni Akbar ini adalah kerinduan setelah hampir 30 tahun tidak pernah berjumpa.

Pihaknya berharap bahwa kehadiran alumni ini dapat menyokong untuk kemajuan yayasan dan kesuksesan ribuan anak didik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved