Berita Badung
Badung Tetap Gelar Lomba Ogoh-ogoh, Diimbau Desa Adat Lakukan Pergelaran Disatu Tempat
Tahun Politik, Badung Tetap Gelar Lomba Ogoh-ogoh Namun Desa Adat Diimbau Lakukan Pergelaran Disatu Tempat
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Meski tahun 2024 mendatang memasuki Tahun Politik, namun pemerintah Kabupaten Badung, tetap akan menggelar lomba ogoh-ogoh di 2024 mendatang.
Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) setempat akan menyiapkan rambu-rambu dalam berkreasi saat pelaksanaan pawai ogoh-ogoh.
Kadis Kebudayaan Badung, Gde Eka Sudarwitha saat dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut.
Bahkan pihaknya akan membuat hal yang beda pada pergelaran perayaan Nyepi Saka 1946 itu.
Diakui pada pengarakan, desa adat diharapkan mampu mengemas parade ogoh-ogoh di 2024 lebih menarik dan berkelas, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan pihaknya meminta dilakukan di satu tempat tertentu.
"Nanti ada rambu-rambunya (dalam pembuatan ogoh-ogoh –red) apakah tidak boleh melambangkan figur politik, alat peraga kampanye. Saya kira sekaa teruna di Badung sudah sangat memahami kebijakan itu," ujarnya.
Selain menyiapkan kriteria ogoh-ogoh, mantan Camat Petang mengaku pergelaran harus dilakukan disatu tempat di masing-masing desa.
Sehingga semua elemen masyarakat bisa menikmati parade yang dilaksanakan
"Kami akan menghibau Sekaa Teruna dan desa adat untuk membuat lomba di tempat khusus, di lapangan desa atau jalan utama desa. Sehingga tidak perlu menutup jalan, atau berkeling hingga selesai sampai pagi," tegasnya.
Baca juga: Kabar Duka, Atlet Binaraga Ketut Suparta Meninggal Dunia dalam Kecelakaan, Rencana Menikah Pupus
Sudarwitha, juga akan membatasi durasi waktu saat mengarak ogoh-ogoh, yakni maksimal hingga pukul 23.00 Wita.
Dengan pembatasan durasi diharapkan akan meningkatkan kreativitas sekaa teruna untuk menampilkan karya terbaik.
"Jam kegiatannya juga dibatasi, karena yang terbatas akan menimbulkan kreativitas, jadi kami menghimbau lomba diadakan maksimal pukul 22 hingga 23 WITA, dan digelar di lingkungan desa," katanya.
Terkait lomba, Eka Sudarwitha mengatakan desa adat diharapkan membuat lomba di masing-masing desa.
Lomba ini nantinya akan menjadi pertimbangan juga dalam pemberian nilai lomba ogoh-ogoh yang diselenggarakan Disbud Badung.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.