Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Pahlawan

Usulan Kapten Mudita Sebagai Pahlawan Nasional Terkendala Anggaran

Pahlawan asal Bangli Kapten Anak Agung Anom Mudita (Kapten Mudita) telah diusulkan menjadi pahlawan nasional

Tayang:
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Muhammad Fredey Mercury
Monumen pahlawan Kapten AA Anom Mudita di Bangli 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pahlawan asal Bangli Kapten Anak Agung Anom Mudita (Kapten Mudita) telah diusulkan menjadi pahlawan nasional pada tahun 2020 silam.

Kendati demikian hingga kini prosesnya macet. Ini dikarenakan pihak Pemda terkendala anggaran untuk melaksanakan seminar. 

Hal tersebut diungkapkan Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial, I Nengah Mustika, Kamis, 9 November 2023.

Kata dia, proses usulan Kapten Mudita sebagai pahlawan nasional terus dilakukan. Beberapa syarat pendukung juga sudah dipenuhi.

"Misalnya ada pengakuan nama jalan Kapten Mudita. Itu sudah ada di wilayah LC Bukal, Kelurahan Cempaga, Bangli. Selain itu ada monumen, hingga digunakan sebagai nama fasilitas umum," ujarnya. 

Kata Nengah Mustika, sejatinya untuk nama Kapten Mudita sebagai nama fasilitas umum sebelumnya sudah ada.

Yakni sebagai nama lapangan. Hanya saja namanya kini berubah menjadi Alun-alun Bangli.

"Kami sempat mengusulkan pada pak Bupati agar namanya dikembalikan menjadi alun-alun Kapten Mudita. Namun menurut pak Bupati, nama Kapten Mudita nantinya akan digunakan menjadi nama GOR (Gelanggang Olahraga) yang akan segera dibangun," imbuhnya. 

Baca juga: Kejaksaan Musnahkan Tea Tree yang Diduga Mengandung Narkoba Hingga Ribuan Obat Kuat

Baca juga: Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Ancam Bangli Di Musim Penghujan


Syarat lain dalam usulan sebagai pahlawan nasional adalah perlu menggelar dua seminar.

Pertama yakni seminar di tingkat Kabupaten/Daerah, untuk mendengar pendapat dari tokoh-tokoh masyarakat yang ada, mengenai bagaimana sepak terjang Kapten Mudita pada zaman penjajahan dulu.

"Kemudian dilanjutkan seminar di provinsi, dengan mengundang berbagai pihak. Mulai dari Kementerian Sosial, hingga teman-teman seperjuangan Kapten Mudita yang ada diluar Kabupaten Bangli," sebutnya.

Menurut Nengah Mustika, seminar di tingkat provinsi ini yang diakui agak berat, lantaran butuh dana cukup besar.

Ia mengaku sudah melakukan studi banding dengan Kabupaten Klungkung, terkait pengusulan Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe yang sudah berhasil ditetapkan sebagai pahlawan nasional. 

"Dari hasil study banding kami, ternyata untuk melakukan seminar di tingkat provinsi butuh dana mencapai Rp 200 juta. Sebab dalam seminar tersebut ada berbagai narasumber. Inilah yang belum bisa kita penuhi. Karena anggaran yang tersedia di bidang kami tidak mencukupi," ungkapnya. 

Secara persentase, Nengah Mustika mengaku saat ini proses usulan Kapten Mudita sebagai pahlawan nasional mencapai 30 persen.

Pihaknya berharap ada dukungan anggaran dari Pemkab Bangli untuk melaksanakan seminar tersebut. Dengan demikian seluruh syarat bisa terpenuhi. 

"Kalau kita sudah menggelar seminar, proses selanjutnya tinggal di pemerintah pusat. Kalau di tahun 2024 ini kita mendapat anggaran, target kami di tahun 2025 nanti usulan Kapten Mudita menjadi Pahlawan Nasional bisa terealisasi," harapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved