Vaksin Rabies di Bali

Dinas Kesehatan Gianyar Sebut Vaksin Anti Rabies Langka

Kasus gigitan anjing di Kabupaten Gianyar, Bali terus melonjak. Dimana sejak Januari sampai September 2023 ini

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/Rizal Fanany
Vaksin rabies - Dinas Kesehatan Gianyar Sebut Vaksin Anti Rabies Langka 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus gigitan anjing di Kabupaten Gianyar, Bali terus melonjak. Dimana sejak Januari sampai September 2023 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar mencatat ada 10.823 kasus hewan menyebar virus rabies, seperti anjing.

Dinkes Gianyar meminta masyarakat lebih waspada saat berinteraksi dengan anjing.

Sebab saat ini vaksin anti rabies (Var) mengalami kelangkaan. 

Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni membenarkan hal tersebut.

Kata dia, kelangkaan Var ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Gianyar, tetapi seluruh Bali.

"Bukan kosong, tapi langka di seluruh Bali bukan hanya di Gianyar saja," ujarnya, Senin 13 November 2023.

Namun, Ariyuni meminta agar masyarakat tidak panik.

Sebab, ia memastikan akan tetap mengupayakan Var jika ada masyarakat yang digigit anjing dengan status positif rabies.

"Kalau ada warga digigit anjing positif rabies pasti tertangani. Kita tata laksana sesuai sop," ujarnya.

Ariyuni meminta masyarakat lebih waspada saat berinteraksi dengan anjing peliharaannya. Sebab berdasarkan data, jumlah kasus gigitan tahun 2023 ini cukup tinggi.

Dimana pada Januari sebanyak 600 kasus, Februari 438 kasus, Maret 492, April 540 kasus, Mei 607 kasus, Juni 1.674 kasus, Juli 2.905 kasus, Agustus 2.165 kasus dan data terakhir di bulan September sebanyak 1.401 kasus.

"Kami harap masyarakat bisa diedukasi untuk sadar dengan lingkungan dan memelihara anjing dengan bijak," harapnya.

Ariyuni menegaskan bahwa pihaknya di Dinas Kesehatan Gianyar, sudah sangat intens mengedukasi masyarakat, terkait gigitam anjing.

Namun, gigitan anjing tak bisa dihindari. Sebab, faktor anjing menggigit bukan semata anjing tersebut terjangkit rabies.

Baca juga: 7 Penerima Bantuan Bedah Rumah Dicoret Karena Kondisi Rumah Sudah Bagus

Tetapi karena faktor lain, seperti, anjing merasa terancam saat sedang beranak, ekor terinjak dan sebagainya.

"Untuk kasus demikian, biasanya tidak perlu diberikan VAR,” jelasnya.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar belum memberikan data kasus positif rabies sepanjang Januari-September 2023 ini.

Kabid Keswan Distanak Gianyar, I Made Santiarka belum merespon pesan yang dikirim Tribun Bali. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved