Berita Bangli
Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Paling Mengancam Di Bangli
Bencana tanah longsor dan pohon tumbang menjadi ancaman besar di Bangli, terutama saat musim hujan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bencana tanah longsor dan pohon tumbang menjadi ancaman besar di Bangli, terutama saat musim hujan.
Sebagai langkah antisipasi dan persiapan menghadapi musim penghujan, Pemkab Bangli melalui BPBD dan Damkar Bangli akan segera melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral.
Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD dan Damkar Bangli, I Wayan Wardana mengatakan, secara umum berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan mulai terjadi di wilayah Bali pada pertengahan bulan November.
Hanya saja hujan diperkirakan tidak merata dan intensitasnya tidak terlalu lebat.
"Seperti di Bangli, hujan sudah beberapa kali turun, namun tidak merata dan intensitasnya ringan. Sedangkan musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Februari," ucapnya Minggu (19/11/2023).
Sesuai pengalaman sebelumnya, lanjut Wardana, jenis bencana yang paling mengancam di Bangli akibat musim hujan, yakni tanah longsor dan pohon tumbang.
Hal ini dipengaruhi kondisi topografi Bangli yang berupa perbukitan.
"Selain itu akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi pada musim kemarau, mengakibatkan tanah menjadi retak-retak dan rawan longsor," imbuhnya.
Baca juga: Pemkab Jembrana Launching Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting, Percepat Angka Penurunan Stunting
Menyikapi dampak cuaca ekstrem pada musim hujan, Pemkab Bangli akan segera melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral.
Mulai dari TNI, Polri, PLN, Telkom, Dinas PUPR Perkim, dinas kehutanan dan sebagainya.
Rapat tersebut, lanjutnya, untuk mengecek kesiapan dan langkah-langkah yang dilakukan, menyikapi persiapan masuk musim penghujan.
Selain juga mengecek kesiapan personel dan peralatannya.
"Rencananya rapat akan dilaksanakan pada hari Selasa, 21 November 2023. Nantinya di rapat tersebut juga akan dilakukan pemetaan kembali potensi bencana di masing-masing wilayah," ujarnya.
Mantan Camat Bangli ini mengaku dalam menyikapi dampak cuaca ekstrem di musim hujan, pihaknya telah mengeluarkan sejumlah imbauan.
Diantaranya meminta masyarakat tidak membuang sampah ke saluran air got, selokan, sungai dan danau, dan melakukan upaya pembersihan saluran air agar disaat musim hujan tiba tidak terjadi banjir.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.