Berita Bali

Warga Sekitar Keluhkan Asap Cerobong PLN Pesanggaran, Ini Respons PT. PLN

Baru-baru ini asap hitam yang bersumber dari cerobong dari pembangkit listrik di Pesanggaran, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali dikeluhkan warga.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Asap keluar dari cerobong PLN Pesanggaran terlihat dari jalan raya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Baru-baru ini asap hitam yang bersumber dari cerobong dari pembangkit listrik di Pesanggaran, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali dikeluhkan warga.

Hal ini tak berselang lama dari kabut asap imbas kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung beberapa waktu lalu. 


Kepulan asap warna hitam itu keluar dari cerobong Pusat Listrik Tenaga Diesel dan Gas yang berlokasi di Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai, Pesanggaran, Denpasar, Bali. 

Baca juga: PLN Icon Plus Regional Bali Nusra Lakukan Penataan Jaringan Kabel Fiber Optik 


Pembangkit listrik itu milik PLN Pesanggaran yang dikelola oleh Bali Power Generation Unit (PGU) anak perusahaan PT PLN (Persero).

Selain di Pesanggaran mereka juga mengoperasikan Pembangkit Listrik di Pemaron dan Gilimanuk.  


“Setelah TPA Suwung padam, asap masih terus ada, namun sumbernya dari pembangkit PLN Pesanggaran, yang memang sudah berlangsung cukup lama, puluhan tahun,” ujar warga sekitar yang enggan disebutkan namanya tersebut, pada Minggu 19 November 2023. 

Baca juga: Persiapan Rampung 100 Persen, PLN Siap Hadirkan Listrik Tanpa Kedip untuk KTT AIS Forum 2023

"PLTDG ini sudah beroperasi sejak lama dan mengeluarkan asap hitam pekat dari dua pilar pembuangan, kita disini tiap hari hirup polusi, dan kita tidak tahu penyakit apa yang nanti menyerang masyarakat,” jelasnya. 


"Seperti di jalan- jalan kalau mobil truk yang pakai BBM solar itu asapnya hitam, ya seperti itu, jadi berpengaruh dengan kualitas udara di sini," ujarnya. 


PLTDG Pesanggaran Bali memiliki kapasitas 200 Megawatt (MW) dengan energi bersumber dari Bahan Bakar Minyak dan Gas.


Pembangkit ini sebelumnya berbahan bakar minyak secara keseluruhan dan menghabiskan sekira 2.190 Kilo liter BBM per hari. 

Baca juga: Jadi Tokoh Inspiratif Dunia, Biografi Jokowi Tulisan Dirut PLN Terbit di Korea


Namun dengan adanya gas, pembangkit ini hanya membutuhkan 1.642 kilo liter BBM perhari. 


Pasokan gas tersebut dari hasil gasifikasi yang dilakukan di terminal floating Storage dan Floating Regasification, Pelabuhan Benoa, Bali.


Gas tersebut dialirkan melalui pipa menuju PLN Pesanggaran. Sedangkan pasokan LNG sendiri berasal dari Bontang, Kalimantan. 


Warga pun mempertanyakan penyebab asap pekat mengepul dari cerobong asap tersebut apakah setelah menggunakan gas atau sekarang masih menggunakan BBM seluruhnya.

Baca juga: Dukung Tercapainya NZE 2060, PLN Kolaborasi dengan DJK Sosialisasikan Prosedur Pengajuan PLTS Atap

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved