Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Dapur Wayan Titi di Desa Kerta Buana Karangasem Bali Hancur Tertimpa Pohon Kelapa

Dapur milik Wayan Titi di Desa Kerta Buana Karangasem Bali hancur tertimpa pohon kelapa.

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Tim gabungan mengevakuasi pohon tumbang di Banjar Dinas Cegeng, Desa Kerta Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Selasa 21 November 2023 siang hari. 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI. COM - Dapur milik I Wayan Titi di Banjar Dinas Cegeng, Desa Kerta Buana, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Bali rusak parah tertimpa pohon kelapa, pada Selasa 21 November 2023 siang.

Tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Pemilik bangunan hanya mengalami kerugian materiil lantaran bagian atap rusak.

Ditambah dindingnya retak.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengungkapkan, pohon tumbang terjadi saat kondisi dapur sepi.

Tidak ada orang dalam dapur.

Kondisi atap dapur kini pecah.

Penyebabnya diperkirakan karena angin kencang, serta kondisi tanah yang labil.

Baca juga: Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Paling Mengancam Di Bangli

Mengingat beberapa jam sebelum kejadian, wilayah Karangasem di guyur hujan lumayan lebat.

"Yang tumbang yakni pohon kelapa berdiameter sekitar 20 centimeter dan panjang 10 meter. Penyebabnya karena angin kencang. Selanjutnya BPBD mengarahkan Tim TRC menuju ke lokasi untuk penanganannya bersama Babinkamtibmas, Babinsa, Staff Desa dan masyarakat sekitar," kata IB  Arimbawa.

Penanganan dilakukan selama 1 jam karena pohon  yang tumbang ukurannya cukup besar sehingga menyulitkan untuk di evakuasi.

Pihaknya meminta masyarakat selalu waspada terhadap bencana alam mengingat cuaca berubah - ubah.

Bencana yang patut diwaspadai seperti pohon tumbang, tanah longsor, dan lainnya.

Ia menghimbau warga agar menjauhi pohon besar yang sudah tua dan tebing  yang kondisinya labil. 

"Kita himbau warga untuk tetap berhati - hati dan waspada saat masuk musim hujan. Dilarang dekati daerah tebing yang berpotensi terjadi longsor serta mendekati pepohonan. Tujuannya untuk  mengantisipasi hal tak diinginkan. Seperti tertimpa tebing dan pohon tumbang," himbau Arimbawa, sapaan akrabnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved