Berita Bangli
Hampir Seluruh SMP di Bangli Laksanakan SSP Online
Seluruh SMP di Bangli menggelar Sumatif Satuan Pendidikan (SSP) secara serentak.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Seluruh SMP di Bangli menggelar Sumatif Satuan Pendidikan (SSP) secara serentak.
Diketahui dari 28 SMP di Bangli, hampir seluruhnya telah melaksanakan SSP secara online.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Komang Pariarta mengatakan, SSP atau dulunya dikenal dengan ujian semester dilaksanakan empat hari, mulai Senin (27/11/2023) hingga Kamis (30/11/2023).
Selama dua hari pelaksanaan, pihaknya telah melakukan pemantauan di enam sekolah.
"Pada hari Senin kami telah melaksanakan pemantauan SMPN 3 Bangli, SMPN 1 Susut, dan SMPN 3 Susut. Dan hari ini di SMPN 1 Tembuku, SMPN 5 Tembuku dan SMPN 3 Tembuku. Selama dua hari pemantauan, pelaksanaan Sumatif berjalan lancar," ujarnya Selasa (28/11/2023).
Pariarta mengatakan, pelaksanaan SSP untuk kelas VII dan VIII dilaksanakan secara online, menggunakan perangkat ponsel ataupun komputer.
Sementara kelas IX pelaksanaannya menggunakan paper (kertas).
"Ini karena ada perbedaan kurikulum," katanya.
Pada pelaksanaan SSP tahun kedua ini, Pariarta menyebut hampir semua SMP di Bangli telah menerapkan SSP online, dari sebelumnya hanya SMPN 1 Bangli dan SMPN 3 Bangli.
Baca juga: 65 Ribu Lembar Surat Suara Didistribusikan ke Gudang KPU Buleleng
Adapun dari enam sekolah yang dipantau sebagai sampel, lanjutnya, hanya SMPN 3 Tembuku saja yang seluruh siswanya masih menggunakan paper untuk SSP.
Pasalnya SMP yang berlokasi di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku itu belum siap dari sisi perangkatnya.
Pariarta mengatakan, perangkat yang digunakan untuk SSP online sementara dilakukan dengan bantuan siswa yang membawa ponsel ke sekolah.
Namun demikian sekolah juga menyiapkan perangkat berupa komputer.
"Ini untuk mengantisipasi apabila ponsel yang dimiliki siswa tidak kompatibel, mengalami hang, terkendala sinyal, ataupun tidak membawa ponsel, dan sebagainya. Sementara yang terjadi di SMPN 3 Tembuku, sesuai hasil penjajakan sekolah diketahui hampir 50 persen siswanya tidak memiliki perangkat," jelasnya.
Pariarta menambahkan, diharapkan kedepan seluruh SMP di Bangli bisa menerapkan SSP online.
Sebab penerapan SSP online memberikan efisiensi, disamping juga menunjang kemajuan dunia pendidikan.
"Walau demikian tetap menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Harapan kami kedepan sekolah bisa menyiapkan dari sisi komputernya," tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.