Warga Penaruran Mengwi Diteror
UPDATE Kasus Teror di Desa Penarungan Mengwi, Pelaku Pensiunan Polisi dan Sudah Diamankan
UPDATE Kasus Teror di Desa Penarungan Mengwi, Pelaku Pensiunan Polisi dan Sudah Diamankan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ketut Asa (63) yang merupakan pelaku teror di dua rumah warga di Desa Penarungan akhirnya diamankan jajaran sat reskrim Polres Badung.
Pria asal Banjar Dauh Peken, Penarungan itu pun diamankan dirumahnya.
Menariknya lagi, dari hasil penyelidikan ternyata pelaku merupakan pensiunan polisi yang sebelumnya bertugas di Sumba Barat.
Bahkan aksi teror yang dilakukan itu pun dilakukan karena pelaku sakit hati dan juga kesal dengan kedua korban.
Kasat Reskrim Polres Badung AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura saat merilis kasusnya itu pun mengakui jika teror yang dilakukan dengan mengirimkan surat ancaman dan pemerasan serta peluru di rumah korban.
"Jadi motif pelaku ini Sakit hati dan Ekonomi karena pelaku tidak diberikan pekerjaan oleh korbannya," ujarnya didampingi Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana pada Selasa 28 November 2023.
Diakui, aksi teror dan pengancaman itu dilakukan pada Jumat 24 November 2023 lalu.
Bahkan pelaku membuat surat bertuliskan tangan yang berisikan ancaman kekerasan kepada beberapa korban untuk menyerahkan sejumlah uang berkisar Rp 2,5 Miliar – Rp 5 Miliar
Di dalam surat tersebut pelaku juga menyertakan peluru aktif kaliber 7,62 sebagai bentuk ancaman nyata terhadap korbannya.
Baca juga: Catat! Batas Pemadanan NIK-NPWP Sampai 31 Desember 2023
"Pelaku ini memperoleh peluru ketika pelaku masih aktif berdinas sebagai anggota Polri di Sumba Barat. Bahkan dari hasil penggeledahan di rumah pelaku diamankan juga ditemukan 25 Butir peluru aktif," bebernya.
Disebutkan beberapa peluru yang diamankan dengan jenis Kaliber 9 mm sebanyak 15 buah, Kaliber 7,62 mm sebanyak 2 buah dan Kaliber 0.50 BMG sebanyak 3 Buah.
"Kami juga mengamankan 1 unit sepeda motor, helm, jaket dan sepatu pelaku," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Warga desa Penarungan resah akan aksi teror yang terjadi di wilayah tersebut.
Bahkan ada dua warga yang diteror untuk dimintai uang yang jumlahnya tidak sedikit.
Sangat mengagetkan, aksi teror yang dilakukan dengan mengirim surat yang mengatasnamakan aliansi persaudaraan.
Tidak hanya itu, pada amplop surat yang digunakan neror juga terdapat peluru kaliber yang masih aktif. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.