Berita Jembrana

Pemukiman Padat Rawan Luapan Air hingga Banjir, Sampah Jadi Masalah Utama Menyumbat Aliran Air Got

Pemukiman Padat Rawan Luapan Air hingga Banjir, Sampah Jadi Masalah Utama Menyumbat Aliran Air Got

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ I Made Prasetia
Salah satu titik genangan air yang terjadi di kawasan padat penduduk wilayah Lingkungan Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. 

"Maei bersama-sama menjaga lingkungan," tegasnya. 

 

Normalisasi Sejumlah Aliran Sungai 

Terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRPKP Jembrana, I Gede Sugianta menyebutkan, sejumlah titik aliran sungai dilakukan penanganan berupa normalisasi.

 Sedikitnya ada lima titik sungai yang dilakukan normalisasi karena berpotensi terjadi luapan.

Diantaranya adalah Sungai Kaliakah dan Sungai Bilukpoh yang sudah selesai penanganan.

Kemudian yang masih dalam pengerjaan adalah di Bendung Jero Pengentuh Desa Batuagung dan Bendung Sebual di Kecamatan Jembrana.

Serta Bendung Pangkung Lampah di Lingkunagn Pendem.

"Dua titik sudah selesai, tiga titik lainnya masih dalam pengerjaan saat ini," ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah titik tersebut dikatakan berpotensi mengalami luapan air lantaran pengalaman pada waktu sebelumnya.

Terutama di Sungai Bilukpoh di Kelurahan Tegalcangkring dan Penyaringan sebelumnya mengalami luapan air hingga mengakibatkan banjir bandang. 

"Secara bertahap kita lakukan normalisasi bersama BWS untuk antisipasi terjadinya luapan air kedepannya. Tapi kami ingatkan juga agar masyarakat juga ikut peduli dengan lingkungan seperti tidak membuang sampah ke saluran air sungai maupun irigasi dan got pemukiman," tandasnya.

 

Banjir Juga Berpotensi Picu Demam Berdarah

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jembrana memperingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan terjadi genangan air bahkan banjir.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved