Berita Jembrana

Pemukiman Padat Rawan Luapan Air hingga Banjir, Sampah Jadi Masalah Utama Menyumbat Aliran Air Got

Pemukiman Padat Rawan Luapan Air hingga Banjir, Sampah Jadi Masalah Utama Menyumbat Aliran Air Got

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ I Made Prasetia
Salah satu titik genangan air yang terjadi di kawasan padat penduduk wilayah Lingkungan Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. 

Ancaman penyakit serius seperti penyakit kulit gatal-gatal hingga demam berdarah (DBD) bisa saja terjadi. Sehingga kebersihan lingkungan menjadi sangat penting di masa tersebut.

"Yang jadi perhatian serius kami adalah demam berdarah pada situasi pascabanjir ini. Namun, kami tetap pantau warga yang terdampak banjir," kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gede Ambara Putra saat dikonfirmasi. 

Menurutnya, potensi atau ancaman penyakit DBD lebih tinggi muncul di wilayah pesisir seperti Desa Pengambengan.

Apalagi, wilayah ini memang rawan munculnya kasus DBD karena padat penduduk dengan mobilitas tinggi.

Sehingga, ketika ditambah lagi dengan timbulnya banjir dan sempat terjadi genangan air dalam waktu berhari-hari berpotensi menimbulkan peningkatan kasus. 

"Jika memang ditemukan banyak nyamuk terutama Aedes Aegypti, kita akan lakukan fogging sebagai upaya antisipasi. Tapi ini harus dibarengi dengan upaya dari masyarakat seperti pembersihan lingkungan yang tentunya sangat berperan mengantisipasi timbulnya penyakit," tandasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved