Berita Tabanan

Tiga Kecamatan Berpotensi Rawan Bencana Longsor Di Tabanan

Hujan deras mengguyur kabupaten Tabanan belakangan ini. Kewaspadaan bencana pun menjadi fokus 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
TB/ Angga
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Nyoman Srinadha Giri. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Hujan deras mengguyur kabupaten Tabanan belakangan ini. Kewaspadaan bencana pun menjadi fokus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan. Ada tiga kecamatan yang memiliki risiko tinggi terjadinya musibah longsor. Yang antara lain ialah Kecamatan Pupuan, Penebel, dan Baturiti.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, bahwa potensi di tiga Kecamatan itu tinggi mengalami bencana longsor.

Maka dari itu tiga kecamatan itu dipetakan dan masuk ke dalam Kajian Risiko Bencana (KRB).

Setiap tahun, ketiga kecamatan tersebut termasuk daerah yang paling sering mengalami longsor.

“Potensinya di tiga Kecamatan itu. Setiap tahun pasti ada saja longsor di tiga tempat itu. Karena itu ketiga masuk ke dalam KRB. Dan setiap kecamatan beda-beda potensi bencananya,” ucapnya Senin 4 Desember 2023.

Giri menjelaskan, bahwa tiga kecamatan itu memiliki risiko tinggi musibah longsor dipengaruhi geografis perbukitan.

Potensi ini akan semakin tinggi bila perbukitan atau tebingnya gundul karena sedikit pepohonan yang berfungsi sebagai penahan.

Baca juga: Ganjar-Mahfud Usung Program 1 Desa, 1 Faskes, 1 Nakes Mulai dari Sabang-Merauke

Sedangkan di daerah lain, potensi serupa masih bisa terjadi di wilayah lainnya bila terjadi penggundulan wilayah perbukitan atau tebing.

“Seperti di Selemadeg Barat baru-baru ini, juga bisa. Makanya memang perlu menjaga wilayah perbukitan atau tebing terjaga vegetesinya dengan tidak melakukan penebangan pohon. Jangan melakukan penggundulan,” tegasnya.

BPBD Tabanan mencatat ada sebanyak delapan pohon tumbang hingga awal Desember 2023 ini, di Kabupaten Tabanan.

Tercatat sejak sebelum pertengahan atau sebelum tanggal 15 November 2023 lalu, hingga kemarin Kamis 30 November 2023.

Giri mengaku, bahwa ada delapan pohon  tumbang yang menjadi laporan masuk ke pihaknya.

Untuk pohon tumbang yang terakhir masuk laporan dari masyarakat ke pihaknya pada Kamis, 30 November 2023 sekitar pukul 10.00 Wita.

Sedangkan kejadian pohon tumbang itu terjadi pada 29 November 2023 sekira pukul 22.45 Wita. Yang terjadi di 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved