Covid di Bali

Jumlah Wisman China Datang ke Bali Tempati Urutan Nomor Tiga, Covid-19 Tidak Memengaruhi Pariwisata

jumlah wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 4,8 juta, Tjok Bagus Pemayun mengimbau pelaku pariwisata untuk menjaga kesehatan

Istimewa
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali - Jumlah Wisman China Datang ke Bali Tempati Urutan Nomor Tiga, Covid-19 Tidak Memengaruhi Pariwisata 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Munculnya penyakit Pneumonia Mycoplasma tentunya membuat masyarakat khususnya sektor pariwisata di Bali harap-harap cemas.

Terlebih di akhir tahun ini biasanya kunjungan wisatawan ke Bali akan meningkat.

Setelah pulih dari pandemi Covid-19, masyarakat harus kembali dihadapkan dengan wabah penyakit pernafasan yang menular.

Ketika dikonfirmasi Kadis Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun mengimbau pelaku pariwisata untuk menjaga kesehatan dan memakai masker jika sedang tidak enak badan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Merebak, Kadiskes Bali: Kan Sudah Seperti Flu Biasa

"Pertama kami koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan memang itu tetap dilakukan pola hidup sehat. Cuci tangan dan tidak enak badan pakai masker kalau handle tamu. Kalau sakit jangan handle tamu," jelasnya, Sabtu 9 Desember 2023.

Sampai saat ini dikatakan jumlah wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 4,8 juta, sehingga menurut Tjok Bagus ada kasus Covid-19 dan Pneumonia yang muncul tidak memengaruhi pariwisata.

Tren wisatawan terus meningkat, bahkan dari negara yang jumlah kasusnya tinggi.

Wisatawan dari Singapura menduduki urutan nomor delapan dan wisatawan Tiongkok urutan nomor tiga.

"Jumlah wisatawan China jumlah ke Bali 253.255 dan Singapura 198.598," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Nyoman Gde Anom tegaskan walaupun kasus Covid-19 kembali merebak di Singapura, untuk saat ini Covid-19 sudah dianggap seperti penyakit flu biasa.

“Kita tidak bilang Covid-19 tidak ada, sekarang hampir 100 persen yang vaksinasi dan booster hampir di atas 80 persen sudah dipastikan imun sudah bagus. Sehingga saat kena Covid-19 pun diperiksa saat gejala ringan akan positif tapi kan sudah seperti flu biasa,” ucap Anom, Jumat 8 Desember 2023.

Hingga kini, kata Anom, belum ada arahan dari Kemenkes mengenai Covid-19 ini.

Hanya saja jika masyarakat belum booster potensi terkena Covid-19 lebih tinggi.

Maka dari itu Anom menganjurkan agar masyarakat tetap melakukan vaksinasi booster.

Vaksin Covid-19 ini tetap disediakan di Dinkes.

“Salah satunya kesediaan vaksin untuk booster hanya ada di Dinkes yang kormobid yang terlewatkan sekarang lah booster. Yang lansia kalau ada yang mau silahkan ajak ke sini imbauannya itu saja khusus yang belum booster kita harapkan karena dia yang rentan kena (Covid-19) agar tidak parah,” imbuhnya.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved