Seputar Bali
Jelang Tahun Baru, Pedagang Kembang Api Musiman Mulai Bermunculan
Jelang tahun baru, pedagang musiman kebang api sudah mulai bermunculan. Mereka menggelar lapak di beberapa titik pusat keramaian
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Jelang tahun baru, pedagang musiman kebang api sudah mulai bermunculan. Mereka menggelar lapak di beberapa titik pusat keramaian.
Pantauan tribun-bali.com, para pedagang musiman ini biasa menjajakan dagangannya sejak pagi hingga malam hari.
Ada yang dipinggir jalan utama kota Bangli, hingga dekat Pasar Kidul Bangli.
Salah satunya Saiful. Pria asal Jember ini mengaku sudah mulai jualan sejak 5 Desember 2023 lalu, dan rutin menggelar lapak di Pasar Kidul Bangli.
Baca juga: Kurang Dari Dua Bulan Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kilo, Harga Terus Naik
"Memang setiap tahun saya jualan disini. Saya buka dari jam 8.00 wita sampai jam 20.00 wita," ucapnya Minggu (10/12/2023).
Diakui untuk saat ini belum terlalu banyak orang yang membeli kembang api. Dalam sehari omzetnya rata-rata mencapai Rp 200 ribu.
Namun beberapa hari jelang pergantian tahun, omzetnya akan berlipat-lipat.
"Pengalaman tahun sebelumnya begitu. Karena masih awal bulan, hanya beberapa saja yang beli,”
“Tapi nanti dekat-dekat pergantian tahun, pembeli mulai berdatangan. Sehati bisa Rp 8 juta sampai Rp 10 juta sehari. Bahkan di hari H bisa tembus belasan juta," ungkapnya.
Baca juga: 24 Ferry Siap Dioperasikan Jelang Nataru
Pria 56 tahun itu mengatakan, seluruh kembang api ini merupakan barang dagangan bosnya. Sedangkan ia hanya sebatas menjualkan.
Harga kembang api bervariasi, tergantung dari jenis dan ukurannya. Kembang api termurah dihargai Rp 3 ribu, sedangkan yang paling mahal bisa sampai Rp 800 ribu.
"Ini bukan jenis petasan yang memiliki daya ledak tinggi, melainkan jenis kembang api yang tidak beresiko," tandasnya. (mer)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.