Seputar Bali
Masuk Hari Kedua, Buruh Bangunan Yang Terseret Arus di Pantai Pererenan Belum Ditemukan
Sudah memasuki hari kedua, buruh bangunan yang bernama Raffi Andrean (18) belum juga ditemukan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Sudah memasuki hari kedua, buruh bangunan yang bernama Raffi Andrean (18) belum juga ditemukan.
Bahkan aparat kepolisian, balawista, Basarnas Bali terus melakukan penelusuran dan pencarian korban yang tenggelam di Pantai Pererenan, mengwi Badung itu
Dari pantauan Tribun Bali di Pantai Pererenan pada Jumat 15 Desember 2023, tampak sejumlah petugas masih melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai. Bahkan sejumlah wisatawan juga banyak bermain surfing.
Menurut informasi yang didapat, pencarian sudah dilakukan 12 jam lebih.
Baca juga: HUT DWP ke-24, Perempuan Jadi Kunci Sukses Pembangunan Berkelanjutan
Biasanya jika ada orang yang tenggelam tidak ditemukan selama 24 jam, maka dipastikan bisa ditemukan 3 atau 4 harinya lagi.
“Biasanya kalau meninggal, sudah kambang mayatnya. Mungkin ini mayatnya nyangkut di bawah. Kalau lebih dari 24 jam belum ketemu berarti bisa saja nyangkut,” ungkap salah satu warga di Pererenan.
Salah satu aparat kepolisian juga mengatakan hal yang sama. hingga pukul 14.00 wita belum juga ditemukan. pihaknya juga menduga jika mayatnya tenggelam dan menyangkut di bawah.
“Biasanya si cepat ketemu kalau tidak nyangkut, pasti keluar dengan sendirinya, karena mayatnya mengembang,” beber petugas yang tidak mau disebutkan namanya.
Baca juga: 12 Peserta PPPK Nakes Gugur, Formasi Nakes Rekrutmen 2023 Terancam Tidak Terpenuhi
Sementara Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana T.J juga mengaku sampai saat ini masih melakukan pencarian korban yang tenggelam di Pantai Pererenan. Pihaknya mengaku, pada hari kedua pencarian mulai dilakukan pukul 09.30 wita.
“Sementara tim gabungan Basarnas serta Polair melakukan penyisiran ke tengah dari tempat hilangnya korban sampai di wilayah perairan pantai Munggu dan Seseh,”
“Bahkan dengan perubahan arus selalu tidak pasti diperkirakan korban masih berada di dalam air,” ucapnya.
Pihaknya bersama 7 anggota melakukan pencarian sepanjang pesisir pantai Pererenan, Munggu dan Seseh,namun belum juga ditemukan.
“Sambil melakukan penyisiran, kami juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat nelayan yang ditemui sepanjang pesisir apabila nantinya melihat korban agar melaporkan kepada pihak berwajib,” ucapnya.
Kendati demikian pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat mandi ke Pantai.
mengingat arus pantai tidak menentu dan bisa menyeret ke dalam hingga berujung tenggelam.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.