Bisnis
Inflasi Bali Masih Terjaga, Jelang Natal dan Tahun Baru 2024 Stabilitas Harga Pangan Terus Dipantau
Inflasi Bali Masih Terjaga, Jelang Natal dan Tahun Baru 2024 Stabilitas Harga Pangan Terus Dipantau
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyampaikan inflasi di Provinsi Bali masih terkendali dengan rentang 3+- 1.
Bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Bali, BI Bali menggelar High Level Meeting (HLM) menjelang Nataru 2024 pada Senin, 18 Desember 2023.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa Per November 2023, inflasi berasal dari kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, beras, emas perhiasan, dan jeruk.
Kenaikan harga komoditas hortikultura terutama disebabkan oleh penurunan pasokan seiring dengan berakhirnya musim panen raya.
Pj Gubernu Bali S.M Mahendra Jaya dalam kesempatan ini juga menambahkan inflasi di Bali masih tergolong terkendali, untuk itu perlu dilakukannya kerja sama antara pff taker terkait.
Sementara katanya, Mahendra Jaya menambahkan kenaikan harga beras disebabkan oleh terbatasnya produksi padi pada panen raya periode Oktober – November 2023.
“Harga beras relatif masih stabil. Adapun kenaikannya masih di level terjaga sesuai dengam harga yang dipasarkan Bulog,” ujar Pj Gubernur Bali.
Kepala BI Bali menambahkan untuk kenaikan harga emas perhiasan didorong oleh kenaikan harga emas di pasar internasional.
Di sisi lain, komoditas penyumbang deflasi adalah telur ayam ras, canang sari, angkutan udara, bensin, dan daging ayam ras.
Baca juga: Satpam Hotel Berbintang Dibekuk Personel Polsek Kuta Selatan, Curi Ponsel Karyawan Mini Market
Pada Desember 2023, risiko yang perlu diwaspadai antara lain potensi kenaikan harga gula pasir sejalan dengan kenaikan harga di pasar internasional, potensi berlanjutnya kenaikan harga komoditas hortikultura seiring dengan berakhirnya musim panen, potensi kenaikan tarif angkutan udara karena kenaikan permintaan periode liburan HBKN Natal dan tahun baru 2024, serta potensi kenaikan harga canang sari peningkatan permintaan untuk upacara keagamaan.
Di sisi lain, harga komoditas bensin diprakirakan akan melandai sejalan dengan penurunan harga BBM non subsidi per 1 Desember 2023 rata-rata sebesar -3,41 persen.
Selain itu, penurunan harga CPO di pasar global diprakirakan berdampak pada penurunan harga minyak goreng dan komoditas yang berbahan baku CPO.
TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali secara konsisten melakukan pengendalian inflasi melalui kerangka 4K antara lain intensifikasi penyelenggaraan operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga dan pemantauan harga dengan koordinasi antar lembaga, melaksanakan pemantauan di pasar dan distributor untuk memastikan ketersediaan pasokan, memperluas dan meningkatkan Kerja sama Antar Daerah (KAD), mendorong peningkatan peran Perumda Pangan dan distributor di Bali untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan strategis, mempercepat rencana pembentukan pasar induk di Provinsi Bali; dan penyampaian harga pangan strategis untuk menjaga ekspektasi masyarakat.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.