Pemilu 2024

126 Dus Surat Suara Pilpres Tiba di Jembrana, Bawaslu Temukan Beberapa Rusak di Hari Pertama

126 Dus Surat Suara Pilpres Tiba di Jembrana, Bawaslu Temukan Beberapa Rusak di Hari Pertama 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Suasana proses pelipatan surat suara Pilpres 2024 di gudang logistik Gedung Auditorium Jembrana, Rabu 20 Desember 2023. 

TRIBUN-BALI.COM - Logistik Pemilu 2024 berupa surat suara Pilpres 2024 telah datang ke gedung Auditorium Jembrana, Bali, pada Rabu 20 Desember 2023.

Total ada ratusan dus surat suara yang telah tiba dan sudah mulai dilakukan pelipatan hari ini.

Sedikitnya, ada 45 orang warga yang dilibatkan untuk melipat surat suara Pilpres ini. 

Ketua KPU Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya menjelaskan, logistik berupa surat suara Pilpres telah sampai di Jembrana dinihari tadi.

Surat suara yang tiba sekitar pukul 02.00 WITA tersebut ditempatkan di Gedung Auditorium Jembrana yang merupakan gudang logistik sementara. 

Dia menyebutkan, total ada 126 dus surat suara. 125 dus surat suara untuk Pemilu dengan isian dua ribu lembar dan satu dus surat suara dengan isian seribu lembar memang disiapkan cadangan.

Cadangan ini digunakan saat terjadinya pemungutan suara ulang (PSU) di salah satu TPS.

"125 dus untuk pilpres disebar ke seluruh TPS dan satu dus untuk cadangan semisalnya nanti ada pemungutan suara ulang (PSU)," jelasnya. 

Baca juga: KPU Buleleng Mulai Lipat Surat Suara, Libatkan 400 Masyarakat, Dapat Upah Rp 200 Rupiah Per Surat

Disinggung mengenai proses pelipatan suara, Adi Sanjaya menyebutkan prosesnya sudah dimulai juga hari ini (Rabu) pagi.

Awalnya, pihak KPU menargetkan ada 75 orang yang terlibat, namun di lapangan hanya ada 45 orang warga yang dilipatkan untuk melakukan pelipatan. 

"Saya rasa dengan 45 orang ini selesai. Target kami proses pelipatan suara ini selesai tiga hari kedepan," tandasnya.

Terpisah, Komisoner Bawaslu Jembrana Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Pande Made Ady Mulyawan mengatakan, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap proses pelipatan dan penyortiran surat suara Pilpres.

Hal ini untuk memastikan logistik surat suara ini tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran. 

"Dan dari hasil pengamatan, memang ada sejumlah surat suara yang masuk dalam kategori rusak. Ini kita catat dan aoan dilaporkan untuk selanjutnya ditindaklanjuti," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved