Liburan Nataru di Bali
Kunjungan Wisatawan Tinggi Jelang Libur Nataru, Polsek Ubud Tingkatkan Pengawasan Parkir Liar
Menjelang natal dan tahun baru (Nataru), situasi lalu lintas di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali padat merayap dari pagi hingga sore
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Menjelang natal dan tahun baru (Nataru), situasi lalu lintas di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali padat merayap dari pagi hingga sore.
Hal tersebut tak terlepas dari banyaknya wisatawan yang berlibur ke Ubud. Mulai dari turis domestik maupun mancanegara.
Hal tersebut pun mendapatkan atensi serius dari Polsek Ubud, dengan terus memantau kawasan yang selama ini menjadi objek parkir liar di Ubud.
Kapolsek Ubud, Kompol I Made Uder, Kamis 21 Desember 2023 membenarkan bahwa kondisi lalu lintas di Ubud padat merayap.
Baca juga: 4 Rekomendasi Warung Tipat Cantok di Bali, Dijamin Bakalan Jadi Pengalaman Kuliner Seru
Kata dia, kepadatan disebabkan faktor alamiah. Yakni, banyak wisatawan yang berlibur ke Ubud, serta jalanan Ubud relatif sempit.
"Antara volume kendaraan yang masuk ke Ubud memang sedang tingginya dibandingkan luas jalan yang ada,”
“Sehingga tidak bisa dihindari jika dalam jam-jam sibuk, dari pukul 10.00 Wita sampai sore menjelang malam, lalu lintas terkadang tersendat,”
“Namun kita pastikan kendaraan tak sampai terhenti dalam durasi lama," ujar Kompol Uder.
Dalam menjaga kelancaran lalu lintas, pihaknya bekerjasama dengan petugas Dinas Perhubungan Gianyar.
Dimana setiap persimpangan, ada petugas yang berjaga mengatur lalu lintas.
Baca juga: Pimpinan DPRD Ajak Warga Memupuk Kebersamaan di Hari Raya Natal dan Tahun Baru
"Setiap persimpangan ada petugas, sehingga meskipun lalin padat, kendaraan tetap bergerak, tak sampai macet," tandasnya.
Terkait parkir liar yang kerap menjadi penyebab kemacetan, Kompol Uder mengatakan, sejak beberapa hari ini sudah tidak ditemukan.
Sebab, pihaknya kini lebih intens dalam menegur maupun mengimbau agar wisatawan tak parkir di bahu jalan.
"Kita selalu mengedepankan pendekatan humanis, dan saat ini tidak kita temukan parkir liar di bahu jalan, terutama di kawasan Pasar Tematik Ubud," tandasnya.
Meskipun pihaknya mengedepan salam, senyum, sapa pada pelanggar parkir.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan Jelang Nataru ke Badung Dipastikan Lampaui Target, Kini Sudah 4,4 Juta
Namun dalam kondisi tertentu, pihaknya juga akan memberikan tindakan tegas, berupa penggembosan ban dan tilang.
Namun hal ini hanya akan diberikan pada pelanggar yang kendaraannya menyebabkan macet parah, mengancam keselamatan orang lain, serta sulit untuk diberitahu.
"Penggembosan ban, kita lakukan pada kendaraan yang pelanggarannya berat, yakni bikin macet, mengancam keselamatan pengendara lain, dan orangnya tak mengindahkan himbauan petugas di lapangan,”
“Namun tetap, yang kita utamakan adalah tindakan humanis, salam senyum sapa," ujarnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.