Liburan Nataru di Bali

33.757 Orang Masuk Bali Melalui Pelabuhan Gilimanuk di Hari Natal, Ini Prediksi Puncak Arus Balik

33.757 Orang Masuk Bali Melalui Pelabuhan Gilimanuk di Hari Natal, Ini Prediksi Puncak Arus Balik

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Suasana landai H+1 Natal di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa 26 Desember 2023. Puncak arus balik Nataru diprediksi H+2 Tahun Baru. 

TRIBUN-BALI.COM - Jumlah orang masuk Bali meningkat di hari Natal 25 Desember 2023 cukup tinggi.

Tercatat, jumlahnya mencapai 33.757 orang.

Angka tersebut jauh meningkat dibanding hari sebelumnya.

Sementara itu, pihak terkait memprediksi lonjakan kendaraan keluar Bali atau arus balik Nataru pada H+2.

Para pengguna jasa Pelabuhan Gilimanuk diharapkan untuk menyiapkan tiket sebelumnya.

Menurut data yang diperoleh dari ASDP Cabang Ketapang, jumlah penumpang maupun kendaraan masuk Bali pada Minggu dan Senin tercatat mengalami peningkatan.

Pada Minggu 24 Desember 2023 tercatat ada 20.001 orang penumpang dalam kendaraan maupun pejalan kaki.

Sementara jumlah kendaraan seluruhnya tercatat sebanyak 5.073 unit. 

Kemudian pada Senin 25 Desember 2023 atau saat Perayaan Hari Natal total penumpang dalam kendaraan dan pejalan kaki tercatat sebanyak 33.757 orang.

Baca juga: Habiskan Libur Nataru dengan Berendam, Cek 3 Rekomendasi Pemandian Air Panas di Bali Berikut Ini!

Sementara jumlah kendaraan roda dua, roda 4 atau lebih sebanyak 8.614 unit.

Jumlah tersebut lebih banyak 13.756 orang dari hari sebelumnya.

"Kemarin memang ada peningkatan orang masuk Bali. Tapi situasinya aman lancar," kata Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha saat dikonfirmasi, Selasa 26 Desember 2023.

Dia melanjutkan, pola operasional kapal yang diterapkan pada momen Nataru ini masih normal.

Sebab, kondisinya lebih banyak landai. 

Namun begitu, kata dia, pihaknya memprediksi lonjakan penumpang saat arus balik libur Nataru.

Sesuai koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, diprediksi puncak arus mudik terjadi pada H+2 Tahun Baru 2024. 

"Untuk operasional kapal masih aman. Kita terapkan pola normal atau masih sesuai jadwal time table  selama penyelenggaraan Nataru," jelasnya. 

"Sesuai hasil rapat dengan Kemenhub, puncak arus Balik diprediksi H+2 Tahun Baru," tandasnya. 

Terpisah, Polres Jembrana telah menyiapkan rekayasa arus lalulintas untuk mengantisipasi kepadatan atau penumpukan kendaraan di jalan raya saat arus balik Nataru yang diprediksi terjadi pad 2 dan 3 Januari 2024 mendatang.

Selain rekayasa arus lalulintas, polisi juga mewanti-wanti kepada kendaraan besar non logistik agar tak melintas karena bisa memicu kemacetan di jalur nasional.

Disisi lain, gerai tiket online di sepanjang jalur nasional menuju Pelabuhan Gilimanuk agar tak sembarang memaksakan diri menjual tiket karena bisa memicu penumpukan kendaraan bahkan kemacetan.

"Kami sudah menyiapkan tindakan-tindakan untuk antisipasi," kata Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto saat dikonfirmasi.

Menurutnya, saat momen arus balik Nataru nanti polisi akan menyiapkan personel di sepanjang jalan raya dan jalur alternatif.

Jika situasi landai, bakal menggunakan jalur nasional atau jalan raya.

Dan jika situasi mulai meningkat atau bahkan padat, bakal menggunakan jalur alternatif yakni dari Terminal Kargo melalui jalan gang hingga sampai ke Pelabuhan Gilimanuk

"Kita sudah siapkan cara bertindak yakni situasi normal, padat dan sangat padat alias krodit," sebutnya. 

Dia menegaskan, selain menyiapkan skema atau rekayasa arus lalulintas saat arus balik, pihaknya juga mewanti-wanti kendaraan truk non logistik agar tidak melintas di jalur nasional sesuai aturan pada SKB Menteri terkait pembatasan kendaraan besar non logistik.

Terutama pada masa Natal dan Tahun Baru.

Sebab, jika membandel akan ditindak tegas dan tidak diberikan ijin melintas di jalur nasional hingga rangkaian Nataru selesai.

"Kemudian untuk gerai tiket online di pinggir jalan nasional menuju Pelabuhan Gilimanuk agar tidak memaksakan orang untuk membeli tiket online. Karena itu akan menyebabkan kemacetan," tegasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved