Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Liburan Nataru di Bali

Libur Nataru, Masyarakat Pilih Naik Kendaraan Pribadi Daripada Pesawat, Pengamat: Lebih Murah

inggi atau melambungnya harga tiket pesawat selama masa libur Natal dan Tahun Baru kali ini masih sesuai ketentuan pemerintah

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada Rabu 27 Desember 2023 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tinggi atau melambungnya harga tiket pesawat selama masa libur Natal dan Tahun Baru kali ini masih sesuai ketentuan pemerintah berada pada tarif batas atas atau TBA.

"Hukum supply and demand ya, jadi kalau supply nya tidak bisa mengejar ya harganya pasti naik. Kalau di musim liburan harga tiket mahal itu sudah sesuai dengan ketentuan (Tarif Batas Atas/TBA)," ujar Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman, saat dihubungi tribunbali.com, pada Rabu 27 Desember 2023.

"Semuanya sudah sesuai TBA hanya ada beberapa yang melanggar sebelum peak season Natal-nya. Kalau untuk harga tiket di Nataru sendiri masih dalam batas yang wajar, masih sesuai dengan perkembangan demand dan TBA. Masih dibawah TBA semua," sambungnya.

Menurut Gerry, yang jadi keluhan selama ini adalah tiket mahal pada saat di luar musim liburan, dimana saat orang berpikir mau ambil cuti dan berlibur dikira bisa dapat tiket murah tapi tidak dapat. 

Baca juga: Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Ngusaba di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya

Hal tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor terlebih naiknya kurs dollar, bahan bakar avtur, suku cadang pesawat hingga biaya navigasi penerbangan.

Ia menambahkan harga tiket mahal sekarang bukan karena dinaikkan semena-mena tetapi karena permintaannya tinggi, tapi kapasitas pesawatnya (jumlah pesawat yang ada sekarang) masih dibawah sebelum pandemi.

Jadi kalau pun tiketnya murah pun tiketnya tetap habis. 

Kemarin saya lihat weekend sebelum Natal tiket masih banyak yang murah tetapi memang jamnya bukan jam-jam populer. 

"Masih ada tiket yang tidak semahal yang diperkirakan orang-orang. Tetapi memang di jam-jam populer sudah pada habis. Jadi bukan masalah tiketnya mahal tapi memang tiketnya sudah habis," ungkap Gerry. 

Jadi yang mahal itu tiket penerbangan yang transit, tapi tiket yang langsungnya (penerbangan langsung) sudah habis. 

"Jadi sekarang ini banyak yang pakai kendaraan pribadi maupun moda transportasi lain (transportasi umum darat) bukan karena tiketnya mahal tapi karena tiketnya sudah habis," imbuh Gerry. 

Jam-jam populer disini maksud Gerry Soejatman adalah seperti rute Jakarta ke Bali, banyak penumpang memilih mendarat itu pada jam 11.00 hingga 15.00 WITA biar tidak rugi bermalamnya disana agar saat tiba langsung cek-in hotel. 

Yang masih ada tiket pesawat dijual sekarang ini hanya pada malam hari atau pagi hari. 

Baca juga: 17 Desa Adat di Karangasem Bali Bentuk Pararem Terkait Pemberantasan Narkoba

Menurutnya walaupun tiket murah pun, tetapi jika rame-rame yang berlibur misalnya sekeluarga lumrahnya lebih murah pakai kendaraan pribadi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved