Liburan Nataru di Bali

Sebanyak 95 Persen Kendaraan Pribadi Mendominasi di Bali Dibandingkan Bus Atau Travel

Sebanyak 95 Persen Kendaraan Pribadi Mendominasi di Bali Dibandingkan Bus Atau Travel

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Ilustrasi kemacetan - Jumlah kendaraan pribadi di Bali mendominasi hampir 95 persen dibandingkan bus atau travel. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Perhubungan Provinsi Bali merilis jumlah kendaraan penyeberangan Gilimanuk yang masuk ke Bali dari tanggal 19 hingga 25 Desember 2023 52.548 dan jumlah penumpangnya 215.561.

Sedangkan Penyeberangan Padangbai tidak sebanyak Gilimanuk, yakni jumlah kendaraan yang masuk 4.610 dan penumpangnya sebanyak 10.848. 

Ketika dikonfirmasi, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Putu Sutaryana mengatakan jumlah kendaraan pribadi mendominasi hampir 95 persen dibandingkan bus atau travel.

Jumlah Bus Antarkota dan Antarprovinsi (AKAP) yang masuk ke Bali  tahun 2023 dari data 19 hingga 25 Desember saat Nataru  507 kendaraan dan jumlah penumpang 13.777. 

“Ini data yang kami dapat pantau sampai tanggal 25 Desember. Untuk tanggal 26 masih diinput. Karena menunggu data baru bisa masuk setelah Pukul 12.00 malam lebih. Tahap Lebih dari 95 persen yang menggunakan kendaraan pribadi," jelas Sutaryana, Rabu 27 Desember 2023. 

Menjelang tahun baru yang diwaspadai di kawasan objek pariwisata dan sentral ibu kota.

Sutaryana berharap lalu lintas berjalan lancar dalam menyambut tahun baru aman dan tidak terjadi yang tidak diharapkan.

Jika merujuk data Nataru tahun lalu,  jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk ke  Bali tahun ini Meningkat.  

Baca juga: Goa Raja Waterfal di Bangli Bali Banyak Dikunjungi Wisatawan saat Liburan Nataru

Seperti di Pelabuhan Gilimanuk jumlah kendaraan tahun 2022 yang masuk ke Bali 39.588  dan jumlah penumpang 166.151. 

“Kemacetan di jalan tidak terlalu namun bisa diatasi dengan baik oleh tim. Koordinasi kami berjalan dengan baik bersama Dishub kabupaten/kota," imbuhnya. 

Di lain sisi, dikonfirmasi dengan Kadishub Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma memaparkan titik-titik macet dampak dari liburan Nataru. Seperti di  Simpang Nirmala,Kuta Selatan.

Kemudian, di Jalan  By Pass Ngurah Rai ruas jalan Patung Dewa Ruci karena dekat dengan toko oleh-oleh Bali.

Kemacetan di Jalan Pantai Kuta karena ada lonjakan kunjungan wisata, dan Jalan Raya Canggu-Tanah Lot karena penambahan volume kendaraan libur Nataru.

Dikatakan kemacetan tersebut diakibatkan oleh penambahan volume kendaraan di ruas jalan tersebut akibat libur Natal dan Tahun Baru.

Kemacetan ini juga rutin terjadi setiap menjelang tahun baru.  

"Ditambah lagi usaha-usaha oleh-oleh di ruas jalan tersebut yang parkirnya tidak menampung kendaraan dan adanya kendaraan keluar masuk pengunjung. Hal tersebut juga mengakibatkan terjadinya tundaan lalu lintas di jalan," katanya. 

Dishub Badung melakukan penjagaan khusus di jalan pantai bersama pihak kepolisian.

Dishub membantu kepolisian untuk penjagaan dan pengaturan dengan menugaskan  petugas di beberapa simpang menuju destinasi wisata.

Sedangkan kewenangan penindakan adalah kewenangan Kepolisian, termasuk tindakan memberikan sanksi karena pelanggaran lalu lintas.

"Kami bantu personel dan kendaraan apabila diperlukan seperti itu (menderek) rekan kepolisian akan koordinasi dengan Dishub, untuk maklum Dishub hanya kebijakan sedangkan tindakan ada di rekan kepolisian," tandasnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved